Showing posts with label kampus. Show all posts
Showing posts with label kampus. Show all posts
Ketika Harus Memimpin

Ketika Harus Memimpin

Dulu aku pernah bercita-cita untuk menjadi seorang pemimpin dalam suatu organisasi, ingin menjadi kepala meski itu hanya kepala kucing. setidaknya itu lebih baik daripada harus menjadi ekor, ekor singa sekalipun. ketika menjadi kepala aku lebih bisa memilih jalan ku sendiri, menentukan setiap langkahku menuju tujuan dari pencarianku. meksipun hanya sebagai kepala kucing. Kucing yang hanya seekor kucing, hewan yang jinak dan tak bisa membuat seekor anjing tunduk.

Setelah sekian lama impian itu aku tulis di buku catatan hidupku, kini terwujud. aku menjadi kepala dan memang kepala kucing. meskipun jinak dan tidak terlihat berbahanya, kucing juga punya cakar, kucing juga punya taring. sejinak jinaknya kucing, dia tak pernah lupa ketajaman cakar dan runcingnya taring yang dia miliki. meski tak pernah menyerang bukan berarti dia tak bisa menyerang, meski suaranya begitu lembut dan manja bukan berarti dia tak bisa menggeram.

Meski hanya seekor kucing, dia tak pernah takut menghadapi siapapun yang menyerangnya. termasuk pemiliknya sendiri. tidak seperti anjing yang hanya nurut sama majikannya, cuma berani menggongngong menunggu majikannya datang. begitulah anjing, koar-koar walau ada masalah kecil, membesar-besarkan yang kecil menjadi besar dengan gonggonganya.

kucing itu kucing dan anjing memang anjing, kucing tidak pernah menggeram ketika ada sekelebat bayangan yang dia lihat. dia lebih memilih maju melihat siapa di balik bayangan itu daripada harus menggonggong memberitahu semua orang bahwa dia melihat bayangan. meski itu bayangannya sendiri.

anjing VS kucing, dua hewan yang sangat berbeda karakternya harus bersatu dalam satu kandang. si anjing yang suka menggonggong mencoba mnakut-nakuti sikucing dan si kucing yang dengan sangat santai menanggapi gonggongan anjing yang hanya kekedar gonggongan anjing. yang cuma bisa nggonggong tapi tak pernah berani mendekati kucing. begitulah di organisasi. pasti ada masalah di internalnya sendiri. ada yang seperti kucing dan ada yang seperti anjing.

Ketika harus memimpin, pemimpin ibarat kepala dan yang di pimpi adalah badannya. Kepala memang leih kecil daripada badan, kepala cuman ada satu tapi dia yang menggerakkan dua tangan, dua kaki dan badannya. Menjadi pemimpin itu tidaklah mudah, harus bisa menggerakkkan badan, tangan dan kaki secara sinergis untuk berjalan. harus bisa menentukan langkah kemana kaki harus melangkah. ketika kepala sakit semua badan akan sakit. tangan akan memegang kepala untuk mengetahui rasa sakitnya. tapi ketika kaki sakit, kepala juga tidak bisa menggantikan kaki untuk berjalan.


Kerennya Cewek Teknik



jadi cewek teknik itu luar biasa, karena tidak semua cewek mau masuk teknik, mau bertahan dengan pilihannya, dan menjadi minoritas diantara anak teknik yang kebanyakan cowok. Cewek teknik itu ibarat intan diantara lumpur. Kenapa? Ya karena kontras banget ada sosok yang berkilau di lingkungan yang redup. Jumlah cewek di teknik itu tidak bakalan lebih dari setengah jumlah total mahasiswanya. Ya kecuali untuk jurusan tertentu seperti teknik lingkungan yang rata-rata memang jumlah ceweknya lumayan banyak. Tapi untuk jurusan yang cowok banget seperti di teknik mesin, cewek teknik sangat langka.

Tau nggak? Putri Indonesia 2015 ternyata anak teknik lho, !
dia kuliah di UNDIP jurusan teknik Planologi

Cewek teknik pasti cewek yang tangguh


kalau dibandingkan dengan cewek dari jurusan lainnya cewek teknik keliatan lebih macho dan kadang keliatan tomboi. Ketangguhan cewek teknik itu tidak di lihat dari tingkat ketomboiannya tapi dilihat seberapa kuat dia menjalani kehidupan sebagai anak teknik yang begitu berat penuh dengan tekanan, butuh fisik dan mental yang kuat, dan satu lagi nggak boleh cengeng. Karena di dunia teknik harus kuat ketika di marahi, harus bisa menahan diri ketika dikatain dengan perkataan yang kasar, dan harus berani untuk membela diri. Tidak boleh ada kata baper disini, kalau memang tidak kuat berada di teknik ya mending keluar atau pindah jurusan aja.




Cewek Teknik Itu Keren


meskipun kebanayakan anak teknik memiliki penampilan yang biasa-biasa saja namun ternyata cewek teknik memiliki daya tarik tersendiri. Ketika orang-orang ditanya mengenai anak teknik, jawaban yang paling sering mereka jawab “anak teknin itu keren” Kerennya anak teknik yang dipandang orang kebanyakan adalah anak teknik secara umum, namun untuk cewek teknik itu lebih keren. Alasannya ya karena cewek teknik itu jarang yang masuk jurusan teknik, jadinya mereka memiliki point plus tersendiri dari pandangan orang-orang. Ya memang, sesuatu yang yang di anggap keren itu karena jarang di jumpai. Kalau misan cewek dengan jurusan psikologi atau ekonomi itu dianggap biasa saja, ya karena populasi cewek di jurusan itu memang banyak.




Cewek teknik itu lebih mandiri


meskpun tidak semuanya demikian, jika dibandingkan dengan cewek di jurusan selain teknik cewek teknik memang bisa dibilang lebih mandiri. Salah satu alasannya memang ketika masuk kedalam dunia teknik siapapun dituntut untuk mandiri. Apalagi untuk jurusan teknik yang bidang kerjanya kebanyakan turun ke lapangan langsung. Kemandirian sangat penting dan sangat dibutuhkan disini. Parameter yang digunakan untuk menilai seberapa mandirinya dia adalah dengan melihat seberapa mapukah dia untuk mengurus keperluannya sendiri tanpa terlalu banyak merepotkan orang lain. Misalnya minta antar jemput, bisa mengatasi permasalahannya sendiri tanpa banyak ngeluh dan banyak nangis. Kebanyakan cewek memang ketika ada banyak masalah bisanya cuman nangis dan berharap masalah yang dihadapinya bisa terselesaikan sendiri. Tapi untuk cewek teknik, air mata itu bukanlah jalan utama untuk mendapatkan solusi atas permasalahan yang dihadapi. Jadi mau tidak mau meskipun hati ingin menangis cewek teknik masih bisa mikir atau setidaknya berdiskusi dengan yang lainnya untuk mencari solusi.




Meski memiliki penampilan yang biasa-biasa saja dia sangat menarik


Memang kebanyakan cewek teknik tidak terlalu memperhatikan penampilannya, biasa tampil no make up dan kurang stylish. Namun justru ini yang menarik, dengan terbiasa tampil tanpa makeup menandakan bahwa dia cukup percaya diri dengan penampilannya. Jadinya kalau misal dia mau di ajak jalan nggak kelamaan nunggu dandan. Cewek yang pake make up justru terkesan kurang perccaya diri dengan penampilannya, seperti memakai topeng biar keliatan cantik dan menarik. Padahal secara tidak sadar mereka sering “maksa” biar keliatan cantik dan menarik. Percaya atau tidak, cowok itu lebih suka sama cewek yang mukanya natural, tidak pake topeng (read : makeup).











Tanda tanda kalau salah masuk jurusan kuliah


Salah pilih jurusan saat kuliah sering terjadi, tapi bukan berarti sepenuhnya tidak bisa di perbaiki. Masih ada kesempatan kok buat ikut bursa persaingan masuk PTN\PTS di tahun kedua atau tahun ketiga setelah lulus. Salah pilih jurusan biasanya terjadi kalau terlalu terburu-buru pilih jurusan, takut tidak tidak lolos ujian masuk jadi pilih jurusan yang asal bisa masuk, di setir sama orang lain biar masuk jurusan tertentu, atau cuma pilih jurusan karena liat prospek kerja yang menarik dan masih banyak alasan lagi. Salah pilih jurusan kuliah memang tidak enak rasanya, harus dipaksa mempelajari hal yang tidak berdasarkan passion. Kalau menjalani suatu hal dengan terpaksa hasilnya tidak akan maksimal. Salah satu parameternya bisa dilihat lewat ip yang jeblok atau tidak bisa menikmati kuliah, bisa juga dilihat dari tidak adanya rasa puas dalam hati selama kuliah. Berikut adalah tanda-tanda yang bisa mengindikasikan kalau kamu salah masuk jurusan.
Tidak bisa menikmati kuliah
Ini bisa menjadi indikasi pertama bahwa kamu salag masuk jurusan. Setiap kali perkuliahan akan terasa begitu menyiksa dan tidak ada hal yang bisa di nikmati saat perkuliahan. Ini bisa di lihat dari tidak adanya rasa tertarik dan antusias terhadap mata kuliah yang berhubungan dengan jurusan yang di ambil. Tapi biasanya di tahun pertama kuliah matakuliah yang di pelajari merupakan matakuliah yang umum seperti kalkulus, fisika, dan kimia kalau jurusanmu masuk jurusan eksak tapi. Matakuliah tadi belum tentu bisa jadi parameter kalo kamu salag jurusan. Yang bisa jadi parameter kalo kamu salah masuk jurusan hanya matakuliah jurusan seperti gambar teknik kalo kamu yang jurusan teknik. Untuk jurusan tenik mesin mata kuliah ini cukup penting, harus bisa gambar komponen komponen mesin tanpa ada kesalahan yang fatal. Garis yang terlalu tebal atau melenceng satu mili aja bisa jadi kesalahan yang tidak bisa di toleransi. Kalau memang punya passion kesalahan ini tidak akan menjadi masalah yang berarti. Dengan adanya passion yang di miliki setidaknya bisa men jadi penyemangat untuk gambar ulang. Tapi buat orang yang nggak punya passion, ngulang nggambar akan jadi masalah. Buat orang yang punya passion kesalahan bisa jadi media pembelajaran untuk menjadi seorang ahli tapi kalo buat orang yang tidak punya passion kesalahan adalah penghalang, kesalahan adalah pematah semangat. Meskipun sebenarnya tidak ada orang yang sempurna di dunia ini yang bisa belajar tanpa kesalahan. Di kalangan anak teknik pasti familiar dengan quote ini "SEORANG AHLI AWALNYA JUGA SEORANG PEMULA"
Bedanya orang yang punya passion dan merasa di jurusan yang cocok kegagalan di awal pembelajaran tidak akan melemahkan semangatnya.
Merasa dirinya tidak berkembang
Orang yang bekerja dan belajar tidak sesuai dengan passion yang dia miliki akan merasa potensi yang ada di dalam dirinya tidak berkembang. Terutama ketika passion yang dia miliki tidak sejalan dengan bidangnya. Misalnya jika dia punya passion di teknik tapi ambil kuliah ekonomi pasti akan terjadi perang batin di dalam dirinya. Anak
IP bukan INDEKS PENDERITAAN

IP bukan INDEKS PENDERITAAN


IP merupakan singkatan dari Indeks Prestasi yang di hitung berdasarkan nilai mata kuliah dan jumlah sks yang di ambil. Menanyakan IP kepada mahasiswa terutama mahasiswa teknik merupakan hal yang bisa di bilang tabu. Kenapa? Karena kebanyakan anak teknik IP nya tidak terlalu tinggi, ya karena memang kuliah di jurusan teknik itu tidak gampang. Tapi meskipun kuliah di teknik itu bisa di bilang susah banyak juga kok yang bisa dapat IP cumlaude bahkan sempurna di jurusan teknik.

Penghitungan IP tidaklah selalu sama dengan perjuangan yang sudah di lakukan selama satu semester kuliah. Meskipun sudah berjuang semaksimal mungkin, tugas ngerjain, datang tiap hari ke kampus, praktikum di jalanin, laporan di selesaiin dengan sekuat tenaga dan semaksimal mungkin dengan harapan bisa mendapatkan hasil yang terbaik. Sehingga ketika ditanya tentang IP bisa menjawab dengan percaya diri. Tapi proses panjang itu bukanlah menjadi penentu utama IP, penentu utama IP itu ketika ujian, baik UTS maupun UAS atau ujian yang lainnya yang hanya di lakukan dalam beberapa hari bahakan beberapa menit saja. Perjuangan selama setahun tergantung dari menit-menit penentuan itu. Bagi yang tidak bisa mengikuti menit-menit penentuan itu ya bisa jadi perjuangan selama satu semester yang lalu hanyalah sia-sia belaka.
perjuangan yang dirangkai selama 1 semester kini hanyalah debu yang tak berarti ketika 1 hari itu lebih mempengaruhi. Jadi buat apa 1 semester ini? Mengapa hanya 1 hari itu yang jadi patokan?” (jonathan, 2016)
Bukan hanya itu, terkadang dosen pun begitu otoriter dalam memberikan nilai kepada mahasiswanya. Padahal mahasiswanya sudah berjuang semaksimal mungkin dengan harapan bisa dapat nilai bagus, eh ternyata tiba-tiba pas pengumuman dapet nilai yang jauh di bawah ekspektasi. Harapannya dengan perjuangan yang semaksimal mungkin biar dapet A atau minimal B tapi tiba-tiba ketika nilai keluar dapatnya malah C atau bahkan lebih buruk dari itu. Parahnya lagi, ketika nilai keluar seringkali tidak ada transparansi nilai dari pihak dosen, tau-tau C aja. Tidak ada pemaparan yang jelas mengenai parameter yang digunakan kenapa bisa tiba-tiba dapet nilai itu. Bahkan ada juga hanya gara-gara seorang dosen tidak menyukai sikap seorang mahasiswa, dosen dengan tega memberikan nilai jelek kepada mahasiswanya. Padahal di kontrak kuliah yang di paparkan pada saat awal kuliah, parameter yang digunakan adalah penilaian mengenai tugas, kehadiran dan Ujian. Kenapa bisa tiba-tiba ketika memberikan nilai ada parameter lain? Memang, kulai itu tidak melulu soal IP, kuliah juga bukan buat mengejar-ngejar IP. Tapi ketika kuliah juga butuh IP. IP juga bisa jadi syarat ketika mau mengikuti suatu organisasi, syarat beasiswa dan sebagainya, bahkan kedepannya IP juga bisa menjadi penolong seleksi tahap awal ketika mencari pekerjaan. IP juga merupakan bentuk tanggung jawab kepada orang tua kita, kadang parameter keseriusan saat kuliah dinilai oleh orang tua melalui seberapa besar IP yang bisa diperoleh. Memang orang tua tidak pernah mempermasalahkan tentang besaran IP yang di dapat. Karena orang tua juga pasti tau betapa susahnya untuk mendapatkan nilai yang range nya hanya 1-4.

Memang IP bukanlah segalanya, tapi kadang segalanya butuh IP.

Jika nilai kehidupan = 100, yang akan menjadi parameter keberhasilan hidup seseorang. IP maksimal hanya bernilai 4% nya saja. Tapi Range 1-4 itu seringkali jadi patokan, seringkali jadi syarat, seringkali jadi bahan pertimbangan. Padahal nilai 1-4 itu tidak selalu bisa mewaliki nilai 100 yang menjadi parameter keberhasilan. Nilai 1-4 hayalah bilangan awal untuk memulai sampai 100, nilai 1-4 hanya teori mengenai 96 nilai lainnya yang hanya di dapatkan di bangku kuliah, yang 96 lainnya di dapatkan di kehidupan nyata.
Inilah mengapa IP tidak bisa menjadi penentu kesuksesan seseorang, mungkin orang yang IP nya tinggi bisa mendapatkan nilai yang baik di nilai awal kehidupan, tapi untuk 96 nilai lainnya dia belum tentu bisa mendapatkannya atau mungkin sebaliknya bagi orang yang IP nya rendah mungkin tidak mendapatkan nilai yang baik untuk modal awal kehidupan, tapi dia bisa mendapatkan nilai maksimal untuk 96 nilai kehidupan lainnya.
So jangan bersedih buat yang IP nya rendah, tetaplah semangat. Kuliah bukan melulu soal IP.




Antara kuliah, IPK dan organisasi


Kuliah, IPK, dan organisasi merupakan triangulasi yang saling berkaitan dan sama pentingnya. Kuliah kalo Cuma kuliah tanpa berorganisasi maka hasilnya kurang mendapatkan softskill yang justru di butuhkan ketika setelah kuliah. Kuliah kalo Cuma aktif di organisasi tanpa memperhatika IPk yang menjadi indicator keberhasilan kuliah juga ibarat  daging tak bertulang. Kuliah dan organisasi itu sama pentingnya ibarat smartphone dan usernya. IPK di ibaratkan sperti smartphone dan user adalah soft skill yang di dapatkan ketika berorganisasi. Secanggih apapun smartphone yang dimiliki seorang user yang tidak bisa menggunakannya maka percuma, tapi user yang ekspert dan paham dalam mengoprasikan smartphone tapi Cuma punya hape biasa aja, ya percuma dia paham mengenai pengoperasian smartphone.
Baru-baru ini saya mengikuti sebuah acara di kampus saya mengenai kehidupan seorang engineer di dunia kerja. Dari sekian pembicara yang mengisi kegiatan tersebut semuanya mengatakan bahwa ketika di dunia kerja, kepintaran bukanlah nomor satu, yang utama justru bagaimana dia mampu berkomunikasi, menyampaikan opini dan mempertahankan pendapat ketika bekerjasama dengan orang lain. Dalam kegiata yang saya ikuti ini pembicaranya berlatar belakang orang teknik, mereka menceritakan bagaimana kehidupan mereka di dunia kerja. Ada sebuah cerita yang menurut saya menarik, cerita ini adalah berdasarkan pengalaman pembicara yang berlatar belakang pendidikan teknik geologi. Ceritanya pada awal mula ketika dia bekerja di sebuah perusahaan yang bekerja di bidang minyak dan gas bumi, dia di tugaskan untuk melakukan eksplorasi migas di daerah pedalaman papua. Dalam eksplorasi ini sangat beresiko, karena daerah yang dia tuju adalah daerah yang rawan konflik, dimana orang pribumi kurang begitu suka dengan kedatang orang asing. Berdasarkan rumor yang beredar, orang pribumi ini merak memiliki senjata yang digunakan untuk melawan orang asik yang ingin memasuki dan mengusik wilayah mereka. Dalam perjalanan eksplorasi ini si geologist tadi bersama tim nya akhirnya meminta bantuan brimob dan warga local untuk menuju lokasi yang ingin di eksplorasi. Dalam kondisi ini jika tidak memiliki skill komunikasi dan attitude yang baik terus si pemandu ini tidak suka dengan attitude nya, bisa saja si geologist yang akan men survey lokasi tadi dibunuh di pedalaman hutan papua, dan si pemandu tadi bisa saja bilang kalau geologist tadi mati di makan hewan buas. Ditambah lagi kondisi warga local sana yang asing dengan alat-alat yang di bawa tim tadi yang sarat dengan teknologi, beliau menceritakan bahwa hanya untuk mengambil foto saja harus izin kepada kepala suku mereka. Karena mereka menganggap dengan mengambil foto disana mereka bisa mendapatkan bencana.

Di dalam kondisi seperti tadi ketika kita tidak bisa menjaga attitude dan sopan-santun dengan warga sana bisa saja akan membawa bahaya bagi diri sendiri. Disini pentingnya sebuah attitude dan soft skill yang tidak ada di dalam SKS, percuma kalau pinter tapi tidak bisa menggunakan kepintarannya dnegan baik, percuma kalo pinter tapi tidak bisa ngomong, percuma kalo pinter tapi tidak bisa bekerja sama. Point-point seperti itu tentang bagaimana cara menyampaikan pendapt, bekerja sama dan sebagainya tidak akan di ajarkan di dalam kelas. Melainkan harus digali sendiri dengan melalui keorganisasian, dan terjun langsung ke masyarakat.
Apa saja sih yang bisa di dapatkan di dalam organisasi?. Banyak!. Yang paling penting adalah bagimana kemampuan untuk saling bekerjasama, menyampaikan pendapat, kemampuan untuk bekerja dengan lingkungan yang tidak terduga, bekerja dibawah tekanan dan sebagainya. Dan justru ini lebih di butuhkan ketika bekerja. Apalagi untuk seorang engineer, dia tidak pernah bekerja sendiri. Bidang kerja engineer merupakan bidang kerja yang sangat kompleks, mencakup ssosial, ekonomi, politik dan budaya. Kalau nggak bisa ngomong bagaimana cara kita untuk menyampaikan argument ke rekan kerja yang mempunyai latar belakang yang berbeda. Yang ada palingan crash gara-gara nggak ada korelasi yang baik antara engineer dengan anggota tim lainnya.
Terus kalo soft skill itu lebih penting ketika di dunia kerja berarti IPK nggak usah di khawatrikan dong?. IPK tentu saja penting, IPK ini ibarat kunci yang bisa membuka kemana kita akan menuju, kunci yang bisa membuat kita masuk ke dunia kerja. Kalo nggak punya kuncinya bagaimana kita bisa masuk?. Ketika melamar pekerjaan pasti aka sederet kualifikasi yang harus di penuhi, terutama untuk fresh graduate, dan IPK masuk diantaranya. IPk ini akan menjadi gambaran seberapa ahli seseorang dengan bidang yang dia ambil. Kalau IPk nya jeblok dapat mengindikasikan bahwa dia tidak memiliki komptensi yang baik di bidangnya, eits tapi jangan salah. IPK ini masih bisa di backup oleh soft skill tadi. Tapi bagaimana perusahaan bisa tau soft skill yang kita miliki, ya salah satunya melalui CV, di dalam cv ini kita bisa mencantumkan pengalaman organisasi. Dari sini perusahaan bisa menilai bagaimana kompetensinya ketika bekerjasama dengan orang lain.

Mungkin itu sharing yang bisa saya bagi mengenai kontoversi mana yang lebih penting, IPK atau organisasi. Kalau ada yang menurut anda salah bisa memberikan masukan, saran atau kritiknya kolom kometar.

FIB UNDIP

Ok, kalau kemarin saya sudah membahas tentag FIB, sekarang waktunya saya untuk membahas entang jurusan-jurusan yang ada di FIB. Tentu saja disini saya tidak akan membahasnya secara eksplisit karena mungkin pembahasan yang akan saya lukan disini lebih berpola subjektif,karena hanya berdasarkan pandangan saya sendiri tanpa didukung oleh fakta-fakta yang jelas dan hanya berdasarkan apa yang selama ini saya lihat dan saya alami.

Untuk pembahasan jurusan yang pertama ini saya akan membahas tentang jurusan saya sendiri yaitu, Sastra Inggris. Kebanyakan orang menilai bahwa jurusan Sastra Inggris ini hanya berkecimpung di dalam bidang yang berhubungan dengan kebahasaan. Itu salah, karena di dalam jurusan ini lebih menekankan aspek sosiolinguistik, atau dalam bahasa yanglebih mudah ”penerapan bahasa dalam tempat dan waktu yang tepat”. Mungkin ada orang orang yang berpendapat bahwa untuk masuk ke jurusan yang satu ini harus memiliki kemampuan berbahasa Inggris dengan level yang tinggi atau “GOD LEVEL ENGLISH”. Tidak, kalia tidak perlu memiliki kemampuan yang tinggi bila ingin masuk ke dalam jurusan ini, yang kalian perlukan adalah dasar-dasar bahasa Inggris yang sudah kalian pelajari di jenjang SMP dan SMA. DI jurusan ini semuanya dimulai dari nol. Mulai dari membaca, menulis, mendengarkan hingga tata bahasa, semuanya dimulai dari awal lagi dan bahkan ketika saya pertama kali masuk ke jurusan ini saya merasa ditarik kembali pada pelajaran bahasa Inggris ketika saya di SMP.

Untuk kalian yang suka mempelajari bahasa lain selain bahasa Inggris di jurusan ini juga ada beberapa mata kuliah bahasa pilihan yang bisa di ambil. Untuk Sastra Inggris UNDIP sendiri memberikan tiga pilihan bahasa asing untuk dipelajari, yaitu Bahasa Jepang, Bahasa Korea dan Bahasa Perancis. Lalu untuk apa kita mempelajari bahasa-bahasa tersebut? Sebagaimana yang diutarakan oleh dosen saya, “semakin banyak bahasa yang kalian kuasai semakin tinggi juga nilai jual kalian di pasar kerja”. Jadi jangan diambil pusing tentang dunia kerja kedepannya, orang yang pandai berbicara akan memiliki peluang kerja yang lebih besar, ditambah lagi dengan semakin terbukanya persaingan kerja antara berbagai negara, yang paling penting adalah bisa berbahasa Inggris karena bahasa Inggris adalah bahasa universal atau dalam bahasa yang lebih mudah, “bahasa persatuan dunia”.

Selain itu, jurusan ini juga menawarkan tiga mata kuliah lanjutan yang bisa diambil untuk mempertajam pengetahuan. Diantaranya adalah :

1.       Linguistik

Linguistik adalah ilmu yang mempelajari bahasa secara spesifik. Apa itu kata, bagaimana bunyi bisa dimaknai sebagai bahasa dan apa saja organ tubuh yang berhubungan dengan pengucapan suatu bahasa. Ilmu linguistik ini sangat penting untuk dipelajari karena jika kita bisa mengerti tujuan sebenarnya dari bahasa yang diciptakan oleh Tuhan, kita akan bisa menggukannya demi kepentingan semua umat manusia yang ada di dunia ini.

2.       American Cultural Studies

American Cultural Studies atau biasa disingkat Amstud ini adalah ilmu yang mempelajari kebudayaan Amerika Serikat. Bagaimana negara ini dibentuk, sejarah penemuan benua Amerika hingga budaya pop modern yang ada hingga sarana transportasinya dibahas dalam mata kuliah yang satu ini. Tujuan sebenarnya dari mata kuliah ini menurut saya adalah, bagaimana kita mempelajari apa yang terjadi di Amerika Serikat dan membandingkannya dengan yang terjadi di Indonesia sehingga kita bisa tahu kenapa negara ini jauh tertinggal dibandingkan negara-egara lain yang ada di dunia. Selain itu kita juga bisa mengaplikasikan semua hal positif yang ada di Amerika Serikat untuk membuat negara kita ini menjadi lebih baik.

3.       English Literature

Nah, mata kuliah yang satu ini sangat cocok buat kalian yang suka membaca novel dan menulis essay, karena di jurusan ini kalian akan disuruh untuk membaca novel-novel dalam bahasa Inggris. Mata kuliah ini khusus untuk mempelajari sastra secara spesifik. Mulai dari novel, esay, puisi dan hal lainnya yang berhubungan dengan sastra. Bisa dibilang ini adalah mata kuliah yang enjoyable karena setiap tuga yang diberikan dalam mata kuliah yang satu ini seringkali meminta mahasiswa untuk membaca novel. Darimana saya tahu? Itu dari senior saya yang sudah masuk di sesi peminatan.


Masih bingung mau masuk jurusan apa? Tungu referensi berikutnya.