Showing posts with label story. Show all posts
Showing posts with label story. Show all posts

Resonansi Alam

Sejujurnya aku sangat lelah, tapi aku tak juga tertidur. Diluar sedang gerimis dan membawa kabut ke Tembalang. Kabut putih yang terlihat abu-abu bergerak perlahan mengikuti angin membawa hawa dingin menyusup melalui langit-langit jendela. Membuat resonansi alam yang membuka kenangan masalalu, mengingatkan kapan terakhir kali aku tak bisa tidur meski aku sangat letih.

Waktu itu, yang kulihat hanyalah kabut putih yang membawa embun. Terbawa oleh angin gunung yang berhembus dari lembah. Menabrak pohon-pohon edelweiss dan tendaku. Meninggalkan embun yang membasahi lengit-langitnya. Suara kentut disusul dengan suara tawa cekikikan dari tenda sebelah beradu dengan suara angin gunung yang terus menderu dari tadi senja. Mereka yang didalam tenda itu terdengar bahagia meski aku tau sebenarnya mereka tersiksa.

Di tenda ini hanya aku yang belum tidur, aku tau tubuhku sudah merintih memintaku untuk mengistirahatkannya. Hanya saja aku tak ingin malam seperti ini berlalu begitu saja, aku tak tau apakah aku bisa berada di tempat seperti ini suatu hari nanti atau mungkin ini untuk yang terakhir kalinya.

Awalnya aku berharap malam ini akan dipenuhi dengan bintang, tapi sayang aku tak bisa menghalau badai yang datang. Ekspektasiku terlalu tinggi, tapi aku tak boleh berkecil hati. Aku sudah berada disini, Entah kenapa aku sempat ingin berada di tempat ini, padahal perjalanan ke tempat ini tak menjanjikan kebahagiaan. Sejauh ini aku hanya merasakan kelaparan dan kedinginan.

Tak terasa sudah pagi, tepat 2 hari aku tak tidur, begitu juga mandi. Kuabaikan tidurku karena tugas kuliah, begitu juga mandi. Jorok? hah, kau hanya tak mengerti. Jika sampai kau lupa dengan tidur dan mandi mu, aku tau betapa sibuknya dirimu.

Sinar jingga mulai terlihat dari kaki langit timur, aku beruntung bisa melihatnya meski tak lama. Kabut kembali datang menghalangi matahari yang ingin menampakkan diri, merubah semuanya menjadi abu-abu. 
"Selamat pagi..." satu persatu mulai kembali dari mimpinya. Pagi ini puncak tak lagi menjadi prioritas, sepertinya mereka masih sama seperti beberapa bulan sebelumnya. Kenyataan tak seperti angan. Akupun tak tau aku harus kembali ke basecamp atau meneruskan perjalanan yang sudah setengah jalan. Tapi aku tau aku harus sarapan jika tak ingin mati kelaparan dan kedinginan.

Untungnya kali ini aku tak perlu memasak sarapan sendiri, Kawan baru dai Jogja sudah bersiap memasak sarapan dengan menu yang entah apa. Aroma kopi dan nasi, uh aku sudah lapar sekali. Meski dia wanita, tapi tak seperti dugaanku. Masakannya rasanya tak jauh beda dengan masakanku. Oh ekspektasiku terlalu tinggi. Dia bilang, makas di gunung tak seperti yang dia bayangkan, ternyata sedikit lebih sudah tak seperti masak di kosan. Ternyata dia juga punya ekspektasi tinggi. 

Nasi putih hangat, tempe goreng, sosis goreng, sayur yang katanya sop, dan sambal terasi menjadi menu sarapan kami. Menu yang biasa saja, tapi terasa spesial. Jauh lebih baik daripada mie instan. Tapi kali ini realita berhasil mengalahkan ekspektasi. Meski sederhana menu sarapan ini adalah menu paling enak yang pernah ku makan selama pendakian. Mungkin karena aku lapar? oh aku tak mau beralasan lagi. Aku tersadar ternyata kenikmatan, kenyamanan, dan kebahagiaan ternyata hanya masalah waktu. Sesuatu yang terlihat menyiksa ternyata tak sepenuhnya seperti itu, semua bisa terasa nikmat juka kau tau bagaimana cara menikmatinya.

ini sarapan kami

Pagi ini, meski sebenarnya kami menyimpan kekecewaan karena ekspektasi yang terlalu tinggi, tapi kami masih bisa tertawa. Harapan yang terwujud ternyata bukanlah satu-satunya cara untuk merasa bahagia. Tetap bersama meski terlihat sengsara ternyata bisa juga membuatmu bahagia. Mungkin sudut pandang ini yang digunakan oleh orang jawa. "Mangan ra mangan sing penting kumpul", makan enggak makan yang penting kumpul. Kebersamaan itu membahagiakan meski dalam kesederhanaan.

Ada banyak cara untuk bahagia, salah satunya dengan saling menjaga dan tetap bersama

Hidden Exploler

Hey, sudah lama kamu tidak mendengar cerita tentangku bukan?
Sebenarnya aku ingin menceritakan banyak hal kepadamu, tapi terlalu sering bercerita denganmu pasti akan membuatmu bosan.
Ada banyak hal yang kamu lewatkan tentangku, tapi aku tak tau apakah kau ingin tahu tentang hal itu? Tapi sampai saat ini kamu lah temanku yang paling banyak tahu tentang aku.

Suatu hari nanti aku ingin mengajakmu menjelajah bumi ini, menikmati senja, menyentuh kabut, atau menghirup wangi edelweiss. Tapi sayang, sampai saat ini aku masih belum bisa melakukan itu. Aku terlalu sibuk menikmati semua itu bersama teman-temanku, aku tahu kamu terlalu sibuk untuk hal semacam itu.

Diantara kisah yang kami tulis di sosial media, ada sisi kehampaan diantara kami. Kami sama sama terjebak pada situasi bahagia bersama orang-orang yang ingin kami ajak tertawa bersama. Foto-foto dan cerita itu sebenarnya hanyalah kepalsuan untuk menutupi kehampaan kami. Hanya topeng yang kami kenakan untuk mengatakan bahwa kami seolah-olah bahagia meski tidak bersama orang yang ingin kami ajak berbahagia bersama. Dibalik foto-foto dan cerita itu terselip sebuah sandi yang berarti "Kapan kita membuat cerita seperti ini?".

Kadang kami merasa iri dengan orang-orang disekitar kami. Mereka sungguh beruntung bisa membuat kisah bersama dengan orang yang mereka harapkan. Tapi mungkin seperti itu lah sedikit gambaran tentang hidup ini. Kadang apa yang  kita inginkan tidak selalu kita dapatkan. Apa yang kita butuhkan telah Tuhan persiapkan. Meski mereka bukan orang-orang yang aku harapkan tapi jika dipikir merekalah orang yang aku butuhkan. Setidaknya merekalah orang yang bisa ku ajak berlari ketika harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Karena mereka lah aku tak terjebak dalam kemonotonan yang menjemukan, bersamanya aku bisa melupakan harapan yang tak sesuai dengan kenyataan dan berkorban untuk sesuatu yang sebenarnya bukan apa-apa, bukan siapa-siapa. Meski pada awal kisah mereka hanyalah pelarian dan pelampiasanku, tapi di tengah cerita aku dan mereka menjadi tokoh utama.



Kenangan SMA - Pertamakali Punya Pacar.

Kenangan SMA - Pertamakali Punya Pacar.

 Setelah satu semester penuh jenuh dengan kemonotonan akhirnya aku menemukan sesuatu dan seseorang yang menjadi penyemangat untuk berangkat ke sekolah. Semenjak itu bangun pagi dan pulang maghrib tidak terasa melelahkan. Kalo dipikir-pikir hebat juga waktu itu bisa bangun sebelum subuh tanpa alarm dan sampe rumah menjelang isya tanpa ngeluh, kecapekan, dan apalagi bosan.
Padahal ketika awal-awal masuk SMA susah banget bangun pagi tanpa alarm, kalo udah bangun juga nggak langsung siap-siap buat ke sekolah. Tapi malah mager-mageran dulu, nonton tv dulu, kalau udah mepet jam 6 baru buru-buru berangkat ngejar angkot makanya sering banget telat ke sekolah. Padahal waktu buat mager-mageran dan nonton tv cukup buat prepare jadi berangkatnya nggak buru-buru dan nggak bakalan ada cerita telat ke sekolah gara-gara gaada angkot.

Kalau menurutku hanya ada dua alasan kenapa seorang pria bisa tiba-tiba berubah, pertama karena ambisi dengan impiannya dan yang kedua karena cinta yang bersemayam didalam hatinya. Kalau aku berubah karena alasan yang kedua.
Semua berubah ketika akhir semester 1. Semester 1 ku nilainya ancur, bisa dibilang raport terburuk sepanjang sejarah hidupku dan akupun semakin terpuruk. Tapi diantara keterpurukan yang menenggelamkan datanglah sosok yang mampu membuatku bangkit dari keterpurukan dan perlahan mulai menata diri.
Entah kenapa waktu itu dia mau peduli kepadaku, padahal kalau dipikir tidak akan ada untungnya bagi dia yang seorang bintang kelas. Rankingnya tidak akan naik karena membantuku, tapi yang ada justru nilainya jatuh gara-gara mendekatiku. Akupun bertanya-tanya yang akhirnya menimbulkan interaksi yang cukup intensif.

Ada pepatah jawa yang mengatakan “tresno jalaran soko kulino”, itu benar adanya dan aku sudah merasakannya sendiri. Yang awalnya biasa saja dengan nama Dinda lama-lama ada sesuatu yang berbeda dengan nama itu. Dan akupun merasa dia lah sang “kopi pagi” yang kucari selama ini.
Jika dilihat secara fisik dari jaman awal masuk sampai akhir semester 1 tidak terlalu menarik. Dia tiba-tiba berubah menjadi begitu menawan begitu masuk semester 2, memang benar ketika sedang jatuh cinta dengan seseorang dia akan terlihat sempurna. Sempurna dengan taring gingsulnya, pipi chubby dengan lesung pipinya, dan kalau sedang senyum aduhai manisnya. Lebay? Namanya juga sedang jatuh cinta.

Pada waktu itu aku masih asing dengan namanya cinta, selama SMP nggak pernah pacaran padahal meski badanku kecil tapi banyak temen sekelas yang tertarik. Memang kalau dibandingkan dengan aku waktu SMA, ketika SMP jauh lebih ganteng, putih bersih tanpa jerawat, bintang kelas pula. Baru masuk SMA aja tiba tiba jadi suram. Meski dulu banyak yang suka bahkan pernah ditembak duluan, aku merasa nggak ada yang menarik sama yang namanya wanita, semuanya biasa aja. Banyak temen yang pacar pacaran tapi tetep aja tidak menarik untuk ikutan. Harap maklum kalau terlambat puber, soalnya jika dilihat dari umur, umurku masih sama seperti anak kelas 6 SD padahal udah kelas 3 SMP.

Setelah mengenal cinta-cintaan dan semenjak kehadiran dia, aku menjadi sangat rajin, mungkin sampe kelewat rajin. Tiap ulangan selalu dapat nilai sempurna atau mendekati sempurna kecuali dalam matematika dan fisika. Mulai dipandang oleh guru dan disegani oleh teman-teman, karena cinta kualitas hidupku meningkat drastis.

Sampailah pada ujian tengah semester, memanfaatkan momentum aku bilang ke ibuku kalau nilai UTS ku ada yang 100 aku akan diijinkan buat bawa motor ke sekolah. Jadi tambah semangat ke sekolah dan tambah semangat buat belajar. Tiap malem belajar, ngerjain PR, dan tentu saja sambal smsan sama Dinda. Saling nyemangatin kalo lagi bosen, saling ngingetin tugas, bantu bikin PR sampe saling tuker buku catatan juga.

Saat nilai UTS keluar, aku dapet 100 untuk biologi dan Komputer. Akhirnya dapet ijin buat bawa motor ke sekolah meski belum punya SIM. Eit, belum punya sim tapi jangan dikira nggak jago naik motor, aku jauh lebih jago bawa motor daripada kakak sepupuku yang udah lolos ujian SIM. Nggak Cuma itu, aku juga bisa bawa berbagai jenis motor, mulai dari motor matik, bebek, motor yang pake kopling, vespa, juga motor roda tiga. Ngerti juga permasalahan-permasalahan tentang motor yang biasa aku pake, mulai dari cara setel rantai, merawat rantai, bersihin busi, sting karburator, atur tekanan angin, benerin lampu yang mati, sampai ganti oli. Jadi meski secara legal belum diijinkan bawa motor di jalan, tapi bisa dibilang aku sudah siap untuk bawa motor sendiri di jalan.
Apakah kamu berfikir aku minta ijin bawa motor biar bisa buat jalan bareng dinda?, jika iya dugaanmu salah. Aku minta ijin buat bawa motor karena lama-lama angkot yang ada tidak lagi bisa diandalkan. Datang sering diluar kebiasaan, akiibatnya pernah nggak dapet angkot buat pulang kerumah.

Jika kamu berfikir aku terlalu lebay gara-gara nggak dapet angkot dan berasumsi nggak dapet angkot kan bisa minta jemput. Kalian belum mengerti kalau jarak antara rumah ke sekolah kurang lebih 20 km. kalau mita jemput bisa sampe 1 jam kemudian baru sampe, bisa-bisa jam 9 malem baru sampe rumah. Belum lagi dengan PR yang dibawa pulang, keburu beranak pinak dengan PR yang lain.

Kembali ke Dinda.


Meski udah deket banget tapi aku belum juga berani bilang kalau aku suka sama dia. Belum pernah nembak cewek jadi masih takut-takut dan ragu-ragu. Ntar kalo ditolak gimana, kalau udah diterima gimana. Tapi bukan cowok namanya kalau tidak bisa melawan rasa takut yang ada didalam dirinya. Akhirnya kuberanikan diri buat bilang ke dia.
Setelah beberapakali gagal bilang gara-gara tiba-tiba gagap setiap kali mau bilang “I love U”, akhirnnya aku pake cara lain. Bilang pake video stop motion yang isinya lyric sama lagunya Endah and Resa When you love some one dengan sedikit ilustrasi tentang aku dan Dinda.
Waktu itu tanggal 12 Februari aku bekerjasama dengan temennya buat membuat sekenario sedemikian rupa sehingga aku bisa nunjukin video yang udah aku buat. Pulang sekolah, dengan modus mau minta ajarin bikin tugas di kantin. Semua berjalan lancer pada awalnya. Dateng bertiga sama temennya Dinda, makan dulu, baru bahas tugas, kemudian setelah aku memberikan kode ke temennya dinda dia bakal ninggalin aku sama Dinda.  Sialnya meski udah pake video, masih aja gagap buat ngomong kasih pembukaan. Tanganku gemeteran pas megang hape, tanpa sepatah kata apapun aku langsung putar videonya dan tunjukin ke dia. Rasanya deg-degan banget ketika videonya sudah selesai, dia hanya diam selama beberapa saat, kemudian temennya dateng dan dia pergi begitusaja bahkan tanpa pamit. Digantungin banget. Tapi sebelum dia enyah dari jarak pandangku, tiba-tiba dia telfon dan bilang. “aku terima cintamu, aku mau kok jadi pacar kamu”.

Aku gatau harus bilang apa, tapi kata itu terasa ajaib bagiku, membuat waktu berjalan lambat. Aku tiba-tiba seperti berada di dalam game prince of Persia the two thrones kemudian  menggunakan sand of time untuk memperlambat gerak waktu. Cinta telah membuatku berhalusinasi seperti pecandu yang sedang terbang tinggi-tinggi.

Kenangan SMA – Tahun Pertama (Pendek Bikin Salah Fokus)


 Baru tau rasanya kangen pas SMA ketika udah kuliah, semester-semester awal masih waktu susah move on dari SMA, tahun pertengahan sudah mulai terbiasa dengan suasana kampus dan sudah mulai bisa moveon dengan kenangan SMA, semester tua udah bodo amat sama kenangan SMA yang penting wisuda. Ha.ha

Ceritanya lagi gabut terus beres beres kamar, ga sengaja nemu barang-barang yang mengingatkan kenangan diwaktu SMA. Sebenernya kalo menurutku masa SMA itu nggak terlalu berkesan, tapi berhubung udah lama ga ke SMA dan udah lama nggak ketemu spesies yang juga berasal dari SMA yang sama jadinya kangen aja.


Tahun pertama di SMA

Namanya juga baru masuk, masih polos-polosnya nggak tau banyak hal tentang SMA, Cuma tau dateng ke sekolah pagi-pagi abis itu pulang gitu aja. Minggu-minggu pertama masuk SMA rasanya langsung bosen dengan aktifitas yang monoton gitu-gitu aja, biar nggak bosen iseng-iseng aja ikut Ekskul, dan ternyata tetep aja bosen.

Untuk menghilangkan kebosanan dengan keseharian yang gitu-gitu aja, aku mengeksplor apapun yang bisa menambah semangat ketika berangkat ke sekolah. Sampe kepikiran, cari pacar aja kayaknya seru. Dan ternyata banyak juga yang berfikiran sama buat nyari pacar, katanya sih buat nambah semangat dateng ke sekolah. Namanya juga anak SMA, baru aja gede, baru merasakan namanya cinta-cintaan, makannya pacaran aja kerjaannya.

Dilema dibalik 145 cm.

Jujur waktu kelas 1 aku paling minder kalo deketin lawan jenis, bukan karena jelek, tapi lebih karena tinggi badanku yang dibawah kata ideal. Waktu itu tinggi badanku hanya 145 cm, sama tongkat pramuka aja tinggian tongkatnya, apalagi sama cewek-cewek seangkatanku. Tingginya berkisar antara 150 an- 170 an. Dengan tinggi badan segitu aku bisa dibilang manusia terpendek di sekolah,lebih pendek daripada cewek terpendek di angkatanku. Dengan tinggi badan yang segitu aku merasa agak nggak enak ketika berdiri dan ngobrol dengan cewek yang tingginya 160 keatas.
Pas kelas 1 aku ikut ekstrakulikuler pramuka, pas perekrutan anggota baru ada sesi evaluasi. Di sesi itu kami disuruh baris terus dibentak-bentakan oleh kakak kelas, karena aku paling pendek jadi aku paling depan, paling banyak nerima hujan local. Waktu itu ada kakak kelas cewek yang lagi marah marah tepat di depanku, jaraknya sangat dekat sampe bisa merasakan hembusan nafasnya dan dapet cipratan ludahnya. Pas dimarahin aku sengaja nunduk, soalnya posisinya nggak enak. Kalo tetap tegap menjaga pandangan kedepan, pemandangannya agak nggak enak. Soalnya mukaku setinggi dadanya. Kalo mau liat kea rah mukanya agak nggak enak juga harus mengangkat kepala, ntar dikira nantangin lagi.

Gara-gara tetep nunduk alhasil aku kena marah lagi, mau nggak mau paksain pandangan lurus kedepan dan harus menjaga godaan iman. Posisi udah bener tuh, eh ada kakak kelas cowok yang liatin terus dia dateng ke arahku sambil bilang.
“Woi, kalo di ajak ngomong liat matanya, bukan Tet*knya, dasar otak mesum!”

Kakak kelas cewek yang tadi marah-marah didepanku langsung diem dan meringis-meringis.
Suruh liat matanya, yaudah aku turutin kuangkat kepalaku biar keliatan matanya dia, gara-gara-gara dia tinggii, (tingginya sekitar 165 cm) kesannya aku seperti nantangin. Dan si kakak kelas cowok tadi bilang lagi.

“liatinnya biasa aja, dagunya nggak usah diangkat, kamu nantangin?”

ini fotonya pas di evaluasi, suruh tutup mata gara-gara salah fokus. panah merah itu saya, pelakunya tepat didepannya, yang angkat jari, sama yang dibelakangnya. maaf kalo disensor, mukanya nggak layak dimuat he.he

Terus rame deh, yang lain pada dateng dan aku dipisahkan dari barisan. Dikerumuni kakak kakak yang lagi kesetanan. Udah dikatain abis abisan, mulai dari otak mesum, nantangin, sampe dikatain preman. Tapi aku tetep diem aja sampe akhirnya mereka lelah berbicara, ada yang suaranya abis, ada yang emosi dan ada juga yang udah lelah dengan diamku. Ketika mereka udah puas bentak-bentak akhirnya mereka memberikanku kesempatan untuk berbicara, kujelaskan kenapa sikapku seperti itu.

Kakaknya : “kalo emang preman, ayo ngomong”
Aku : “kenapa daritadi saya nunduk aja pas di evaluasi, karena mbak itu marah-marahnya tepat didepan saya, mau jaga biar pandangan tetap kedepan takut dikira liatin yang lain, dan ternyata benar, mas X tadi ngatain saya otak mesum. Terus kalo pas di ajak bicara liat matanya dikira nantangin. Bukan maksud angkat dagu buat nantangin, Mas nya tinggi dan saya kurcaci.”

Mereka semua tertawa geli.

Ceritanya masih akan berlanjut, tunggu aja.
Perdebatan Logika dan Hati

Perdebatan Logika dan Hati

Punya banyak teman itu kadang menyenangkan, tapi dari sebagian banyak teman yang dimiliki hanya sebagian saja yang bisa di sebut benar benar teman. Sejenis sahaba, begitulah mereka bilang. Secara alamiah melalui perjalanan hidupnya akan secara otomatis akan terseleksi dan terpilihlah teman yang layak dipertahankan dan diperjuangkan. Intinya orang mempunyai kemampuan untuk mengontrol siapa yang layak jadi temannya dan siapa yang tidak layak. Tapi bagaimana dengan teman dan cinta?
Secara alami cinta datang mengalir begitusaja, tanpa dipaksa, dan juga tanpa bisa memilih termasuk mencintai sahabatmu sendiri. Mungkin ini yang seringkali menjadi dilemma dalam persahabatan lawan jenis. Kurasa bukan hanya aku yang terjebak dalam hubungan yang menyebalkan seperti ini. Apakah kamu juga? Jika iya, tau sendiri kan betapa tidak enaknya terjebak dalam hubungan semacam ini. Jika tidak bisa menahan diri dan melakukan kecerobohan, orang yang tadinya sangat akrab bisa jadi saling asing, seolah tak mengenal. Itulah resiko terburuk yang harus diterima jika tetap nekat mengikuti kata hati tanpa strategi yang pasti. Tapi, meski seperti itu ada sisi baik yang bisa diharapkan. Bisajadi pasangan yang berawal dari hubungan persahabatan berujung ke pelaminan.
Indah bukan? Tapi jika kamu benar benar menjadi tokoh utama dalam kisahnya keindahan itu berat pengorbanannya. Yang pasti dikorbankan adalah perasaanmu, harus kuat-kuat menahan diri dan mengikuti logika, menimbang resiko yang harus diterima. Meski sebenarnya terlalu mendengarkan logika itu menyiksa hati, aka nada saatnya suatu hari nanti hati yang akan berbicara. Simpan saja rasa itu jika memang belum mampu untuk membuktikannya, ya, membuktikan bukan mengatakan.
Ada yang lebih menyedihkan daripada sekedar memendam rasa, itu ketika ternyata temen sepermainanmu juga suka sama sahabatmu. Dimanakah posisimu harus berada? Jika aku lebih memilih untuk menyembunyikan rasa itu, bersikap biasa saja dengan sahabatku ataupun temanku itu. Nggak enak memang rasanya hidup dengan topeng, tapi menurutku itu jalan yang terbaik jika memang sahabatku itu adalah jodohku, aku tak perlu khawatir kehilangan dia.
Berat memang harus mendamaikan logika dan hati. Logikaku berkata. “Simpan saja rasamu itu, nyari Sahabat itu jauh lebih susah daripada sekedar cari pacar”.
Hatiku berkata “please, ungkapkan saja aku tak tahan harus memendamnya lebih lama lagi”.
“jangan bodoh, menemukan orang yang mau terus bersamamu tanpa alasan itu susah”
“hei logika, kamu tak pernah tau betapa menyakitkannya diposisi seperti ini”
“jangan ikuti katahatimu itu, jika kamu mengungkannya terus apa yang akan kamu lakukan setelah itu?”
“Aku tak tau”
“itulah betapa bodohnya kamu wahai hati, bertinda tanpa rencana yang pasti. Dia pasti akan memilih orang yang memberikan kepastian, bukan hanya sekedar harapan!”
“mungkin sebaiknya seperti itu, tak apa aku menahan pedih ini untuk sementara untuk bahagia yang lebih lama”
Dan akhirnya logikaku memenangkan perdebatan itu. Jadi teringat kata bijak dari Dua Dunia episode 7 September 2012. “Wahai saudaraku, kekuatanmu bukanlah untuk mengalahkan musuhmu (dalam hal ini temen ku yang juga suka sama si Dia), tapi untuk mengalahkan musuh yang ada di dalam hatimu”.

“akal adalah tempat berfikir, tapi kelemahan akal tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk hatilah yang dapat membedakannya”

Arti TEMAN



Pernahkah kamu berfikir bahwa keadaanmu saat ini adalah murni hasil perjuanganmu sendiri tanpa campur tangan orang-orang di sekelilingmu. Yakinkah bahwa posisimu dan keberadaanmu saat ini merupakan hasil keringat dan air matamu sendiri?.


Pertanyaan-oertanyaan itulah yang seringkali muncul di pikiranku, jawabanku sendiri mengenai pertanyaan pertanyaan itu adalah “TIDAK”, dimana aku berada saat ini, setiap hal yang aku nikmati saat ini bukanlah kerja kerasku sendiri. Ada begitu banyak orang yang menyayangiku telah mengorbankan apapun yang mereka punya hingga aku berada disini. Terutama orangtua dan keluargaku. Merekalah sumber energi hingga aku dapat bergerak, berpindah tempat kemanapun yang aku inginkan, karena mereka juga aku bisa menikmati setiap fasilitas yang aku butuhkan saat ini. Tapi disisi lain masih ada orang yang keberadaannya juga sangat berarti bagiku, mereka yang menguatkanku disaat aku mulai meredup dan mereka yang membantuku bangkit ketika aku terpuruk. Merekalah teman temanku.


Dari perjalanan panjang yang sudah aku lalui selama ini selalu saja ada sosok teman yang selalu menemani dan berjuang bersama. Mereka selalu ada meski terkadang ada orang baru dan yang lama pergi, mereka selalu menemaniku untuk berjuang bersama meniti sempit dan terjalnya jalan menuju impian. Ada yang menemaniku dari awal hingga sekarang, namun ada juga yang datang dan pergi seiring waktu yang terus berjalan. Meski seperti itu, merekalah orang yang pernah menemaniku berjuang bersama walaupun pada akhirnya kita menempuh jalan yang berbeda.


Setiap langkah berjalan berjuang bersamamu teman, itulah setiap cerita yang kita tuliskan bersama di buku sejarah kehidupan kita. Meski tak setiap orang bisa menuliskannya dengan baik, namun aku berusaha untuk mencatat setiap cerita yang di perankan aku dan teman-temanku. Karena aku tidak ingin melupakan setiap kisah yang terjadi, aku tidak ingin menyia-nyiakan perjuangan yang sudah temanku lakukan untuk menemaniku hingga sejauh ini. Karena ketika aku sendirian berada di dunia luar, merekalah yang menjadi penguatku untuk terus berjuang, merekalah yang menjadi alasanku untuk bertahan di dalam kondisi yang sulit. Karena merekalah orang yang mengetri dan faham begitu beratnya sebuah perjuangan. Andaisaja aku benar-benar berjuang sendiri di dunia ini aku yakin aku pasti sudah menyerah sejak awal, aku tidak berada disini sekarang. Memang benar pepatah yang mengatakan,
 “if you want go fast, go alone. if you want go far, go together”.


Teman-temanku memang tak selamanya ada dan terus berjuang di jalan yang sama. Ketika harus berjuang di jalan yang berbeda, mau tak mau kita harus berpisah. Harus berpisah untuk menggapai impian masing-masih, harus berada di jalan yang berbeda meski tujuan kita sama. Saat seperti inilah saat yang paling menyebalkan. Setelah manisnya pertemuan harus menelan pahitnya perpisahan. Memang di dunia ini selalu diciptakan hal yang bertolak belakang demi sebuah keseimbangan. Memang terasa begitu menyakitkan dan begitu kejam. Tapi beginilah hidup, ketika ada yang datang harus ada yang pergi. Selagi bisa bersama, nikmati setiap detik waktumu bersama temanmu. Karena suatu saat nanti setiap detik itu akan terasa begitu berharga, setiap detik itu akan menjadi detik-detik yang dirindukan. Setiap detik itu akan menjadi detik-detik yang ingin di ulangi, jikasaja itu bisa terjadi.


Aku berharap suatu saat nanti aku masih memiliki kesempatan untuk betemu dengan teman-temanku untuk mengenang setiap kisah yang sidah kita lalui. Memang sekarang kita tidak bisa berkumpul lagi seperti dulu, jarak tidak mengijinkan kita bersama lagi setiap hari seperti dulu. Barlah untuk sementara waktu kita berjalan di jalan masing masing, biarlah kita mengalah pada jarak yang cemburu dengan kebersamaan kita. Namun suatu hari nanti kita harus bisa berkumpul lagi, mempersempit jarak diantara kita, mengalahkan ego masing-masing dan menyempatkan waktu meski itu sekejap untuk kita berkumpul dan bercengkrama lagi seperti dahulu.Jikapun kalian sudah tidak sendirian lagi, kalian boleh membawa pasangan hidup kalian atau bahkan anak kalian yang lucu ketika kita berkumpul nanti. Tak perduli apa pekerjaanmu, kedudukanmu, dan gajimu, kita tidak boleh canggung untuk bercanda dan saling mengejek seperti dulu. Karena ketika ada kesempatan untuk bertemu lagi aku harap kita lupakan siapa dan bagaima kita sekarang. Karena kita tidak berkumpul untuk itu, melainkan untuk mengenang bagaimana dan siapa kita di waktu itu, diwaktu kita bersama dijalan yang sama, menangis berasa, mengeluh bersama, dan tertawa bahagia bersama.

dedicated for a5, special thamks to pookils








Serius ! NGGAK BUTUH BIMBEL Buat lolos UN dan SBMPTN


beneran, nggak butuh bimbel buat lolos UN sama SBMPTN yang dibutuhkan hanyalah niat dan tekad yang kuat!. Niat sama tekad yang kuat sudah cukup buat jadi modal utama buat lolos UN sama SBMPTN. Modal itu sudah cukup jitu untuk menguasai semua materi yang di ujikan di ujian, sudah cukup jitu untuk ,mengalahkan program bimbel yang cukup menguras uang dan juga cukup melelahkan.

NIAT + TEKAD = KUNCI JAWABAN UJIAN

nggak percaya? Ini ada kisah mengenai pengalaman UN sama SBMPTN yang sudah saya alami beberapa tahun yang lalu. Ceritanya pada waktu itu saya termasuk orang yang nggak ikut bimbel gara-gara nggak percaya sama bimbel sedangkan sebagian besar teman seangkatan saya pada ikut bimbel sana sini. Pada awalnya mereka yang pada ikut bimbel nilainya bagus-bagus mulai dari ulangan harian sampai tryout. Sedangkan saya yang bukan anak bimbel nilainya jauh di bawah mereka. Tapi itu tidak bertahan lama, ketika UN tiba saya balik keadaan, yang tadinya saya di bawah jadi di atas.

Percaya atau tidak, ketika tryout nilai matematika saya tidak pernah lebih dari 4, WOW betapa bodohnya saya. Tapi dari situ lah saya bisa membalikkan keadaan, ternyata anak-anak bimbel sebagian besar dari mereka tidak terlalu memahami mengenai konsep dasar materi yang mereka pelajari. Di bimbel, kebanyakan dari mereka hanya diajari intisari materi tanpa penjelasan yang mendasar, hanya diajari rumus-rumus praktis yang tidak mereka pahami bagaimana asal mulanya. Jadi bisa dibilang ketika di bimbel mereka cuman disuruh nelen materi yang nggak mereka pahamin. Sedangkan saya mencoba merintis secara otodidak materi materi buat UN dan SBMPTN mulai dari konsep dasarnya. Memang susah dan memang butuh perjuangan yang lebih keras untuk bisa menelan materi yang segitu banyak dan begitu memusingkan. Pada awalnya saya begitu lamban dalam belajar, susah masuk materinya makannya tyrout nilainya tidak begitu bagus.

Perlahan tapi pasti dengan modal nekad yang sudah mengorbankan nilai tryout yang jeblok. Esensi belajar dari dasar mulai terasa ketika UN. Banyak soal-soal UN yang ternyata tidak seribet dan serumit yang saya kira. Soal-soalnya banyak mengenai konsep dasar, sampe ke soal-soal hitungan sekalipun. Disinilah produk bimbel dan produk otodidak di adu, kebanyakan anak anak bimbel bilang kalo soalnya banyak yang jebakan dan tidak sesuai ekpektasi mereka. Bagi saya soal-soal yang keluar bukanlah soal jebakan, namun hanyalah ketelitian dan bisa di selesaikan dengan logika sederhana tanpa harus menghitungnya dengan perhitungan yang cukup rumit dan memakan waktu.

Kunci jika mau mengerjakan soal tanpa banyak buang waktu adalah dengan memahami konsep dasarnya, terus bawa lagi ke konsep dasar. Dengan ini pengerjaan akan jadi lebih mudah dan jawabannya bisa di prediksi tanpa harus melalui perhitungan terlebih dahulu. Namun tetap jangan lupa di hitung, untuk membuktikan perhitungan dengan prediksi. Jika hasilnya berbeda, jangan langsung di kepoin, simpan saja dulu lanjut ke soal berikutnya. Karena kepo bakalan makan banyak waktu. Ketika masih ada waktu, cek lagi soal yang pengen di kepoin tadi, dan temukan jawaban yang sekiranya benar.

Banyak anak bimbel yang justru terjebak dengan rumus instan ala bimbel yang mereka anut, rumus instan yang mereka pakai tidak selamanya bisa di terapkan di semua soal, hanya pada soal-soal tertentu. Jika mereka tidak memahami konsep rumus instan yang mereka pakai, otomatis mereka akan terjebak pada jawaban yang keliru. Makannya jangan heran kalau anak bimbel ketika UN banyak yang nilainya justru turun.

Bukan bermaksud sombong, tapi untuk sekedar bukti saja, nilai UN matematika saya termasuk kedalam nilai matematika tertinggi di sekolah, bisa di bilang nyaris sempurna. Sebagian besar anak-anak bimbel instan nilanya tidak ada yang lebih dari 8,5. sekali lagi, ini adalah bukti betapa pentingnya memahami konsep dasar, meski tryout nggak pernah lolos tapi UN bisa lolos.

Pembuktian selanjutnya betapa pentingnya memahami konsep dasar adalah ketika SBMPTN. Di SBMPTN ini saya merasa sangat di untungkan, karena soal soal yang keluar begitu banyak yang bermain di konsep dasar dan logika sederhana. Dengan santai dan penuh percaya diri saya bisa melewati soal demi soal SBMPTN, mungkin bisa baca postingan sebelumnya di lolos SBMPTN nggak harus belajar tiap hari di bimbel atau di belajar mepet tapi lolos SBMPTN passing grade tertinggi FT UNDIP

kabar buruk banyak saya dengan dari teman-teman saya yang anak bimbel, banyak dari mereka yang tidak lolos SBMPTN, meski jurusan yang mereka pilih passing gradenya tidak terlalu tinggi. Setelah di diskusikan pasca SBMPTN, ternyata kebanyakan dari mereka juga terjebak pada rumus singkat tanpa pemahaman konsep dasar. Alhasil jawaban mereka banyak yang salah.

Tips lagi buat lolos SBMPTN, jangan pernah terpaku pada passing grade, lakukan saja yang terbaik yang kamu bisa. Jangan pernah itung-itungan berapa soal yang kamu kerjakan dan kira-kira udah lolos passing grade apa belum. Kerjakan saja semaksimal mungkin yang kamu bisa, lupakan passing grade, passing grade yang sudah keluat itu adalah passing grade ujian tahun lalu. Passing grade tahun ini yang menentukan kamu sendiri. Mau passing grade nya naik atau turun yang bikin itu semua pserta SBMPTN nya sendiri.

Sekali lagi abaikan passing grade, ketika kamu melihat passing grade bisa saja membuat mental dan rasa percaya diri jadi down. Kerjakan dengan lepas, jangan biarkan passing grade menghantui. Pengalaman mengenai berpatokan passing grade yang berujung tidak lolos SBMPTN juga di alami oleh teman saya. Waktu itu teman saya benar benar memperhitungkan berapa soal yang harus dia jawab dengan benar, berapa maksimal soal yang boleh salah jawabannya. Memang dari perhitungan dia sudah lolos passing grade tahun lalu, tapi apa yang terjadi. Passing grade di tahun dia ujian ternyata naik drastis diluar perkiraan dia. Alhasil dia pun nggak lolos SBMPTN.

Katakan pada diri anda sendiri, ketika anda memberikan yang terbaik, pasti akan ada hasil yang terbaik. Jangan pernah berharap hasil yang terbaik jika belum memberikan usaha yang terbaik. Tapi akan lebih baik jika memberikan usaha yang terbaik dan tidak berharap apapun, karena ketika memberikan usaha yang terbaik tapi hasilnya tidak sesuai dengan ekspektasi hasilnya hanyalah kecewa. Seperti lagunya coldplay, “when you tyr the best but you dont sucseed, when you get what you want but not what you need, when you feel so tired but cant sleep”. Namun ketika kita tidak mengharapkan apapun, hanya daang kerjakan dan biarkan apapun hasilnya nanti harus siap menerimanya. Jangan lupa juga siapkan langkah selanjutnya untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang bakal terjadi.

Balik lagi dengan NIAT + TEKAD = KUNCI JAWABAN UJIAN. Intinya untuk memahami materi sampai ke akar-akarnya butuh perjuangan, butuh waktu, butuh keringat dan usaha yang ekstra. Niat dan tekad yang kuat akan mengalahkan rasa malas yang datang. Tekad yang kuat akan menghalau rasa lelah dan letih yang menyerang sewaktu waktu. Ingat untuk mendapatkan sesuatu yang di inginkan harus ada sesuatu yang harus di korbankan.
Seperti pada reaksi kimia, reaktan adalah usaha dan produtnya adalah hasil. Untuk mendapatkan hasilnya haruslah melewati reaksi yang disebut dengan ujian. Usaha dapt berupa belajar, doa, dan keberuntungan yang masuk kedalam katalis. Namun tak selamanya katalis itu ada.

Lakukan yang terbaik dan semoga mendapatkan hasil yang terbaik.
Ada banyak jalan menuju roma, ada banyak jalan untuk menggapai cita-cita. Gagal masuk PTN masih ada PTS, masih pengen masuk PTN? Masih ada kesempatan tahun depan. Jangan persulit dan jangan persempit pikiran dengan memasukkan pemikiran pemikiran negatif, jangan pernah pikirkan gagal jika tidak ingin gagal, namun butuh antisipasi gagal jika ingin sukses.

Itu saja, semoga bermanfaat jika ada kritik dan saran atau apapun silahkan tulis di kolom komentar. Jangan lupa share jika menurut anda bermanfaat dan jangan lupa komen jika menurut anda nggak ada manfaatnya. Thanks for reading :)  


5 Alasan kenapa cowok males nemenin cewek belanja


                Buat para cewek jangan sakit hati, ini adalah sebagian kecil fakta kenapa cowok males nemenin kamu belanja. Bukan bermaksud menjelek-jelkan cewek kalo belanja, tapi buat mawas diri, supaya kamu juga bersikap sewajarnya ketika meminta cowok untuk nemenin belanja.  Ini juga buat kebaikanmu biar cowokmu ogah-ogahan kalo disuruh nemenin kamu belanja.

1.       Lama

Ini point yang paling bikin males buat cowok kalo disuruh nemenin cewek belanja. Lama disini bukan lama nungguinnya tapi lama milih-milih barang yang mau dibeli. udah tertarik sama barang yang pertama di lihat terus liat barang yang di sebelahnya tertarik juga, terus di banding bandingin mana yang lebih bagus sampai obrak-abrik dagangan orang satu toko buat milih mana yang paling bagus dan ujung-ujungnya milih barang yang pertamakali dia lihat. Buat kamu yang cewek, pernah nggak kaya gitu?  Jangan kaget atau kesel kalo cowok mu bakalan males banget nemenin kamu belanja. Kalo emang pengen ditemenin cowokmu buat belanja ya jangan terlalu lama milih-milih barangnya, cowokmu juga males nungguin.

2.       Cewek suka ga fokus kalo liat diskon

ekspresi cewek kalo liat diskon



Mata cewek kalo udah liat yang namanya diskon suka salah fokus, semuanya yang berdiskon pengen dia beli. Sampai lupa dengan barang yang sebenarnya mau dia beli dan akhirnya nggak kebeli. Duh-duh... kalo dalam pikiran cowok kalo nemenin ceweknya yang nggak fokus gara gara diskon pengen banget pasang kacamata kuda ke ceweknya, biar fokus nggak lirik kanan kiri. Saran nih buat cewek yang suka kaya gini, buatlah list belanjaan, biar barang yang sebenarnya dibutuhkan itu terbeli dulu. Kalau mau liat-liat diskonan ya ananti setelah barang yang kamu perluin sudah di tangan.

3.       Ribet

milihnya lama, padahal sih sama aja

Point ini yang paling sering bikin cowok kesel kalo nemenin cewek belanja, RIBET. Cewek itu ribet banget kalo lagi milih-milih barang yang dia beli, terutama pakaian. Entah itu baju, celana, rok, kerudung, sepatu atau segala atribut yang biasa di pake cewek. Misalnya nih, kalo liat baju yang dia suka. Udah liat-liat, milih-milih dan obrak-abrik dagangan orang, lama banget. Ketika nemu yang menurutnya cocok, pas dicoba “kok aku keliatan gendutan ya pake ini... nggak jadi beli deh...” .  kalau cowoknya nggak sabar-sabar banget udah di tinggal pergi deh.

Buat para cewek, please jangan bikin cowok yang nemenin kamu belanja hilang kesabaran gara-gara kelakuanmu sendiri. Kalo mau milih-milih ya sewajarnya aja, jangan bikin cowok yang nemenin kamu belanja jadi males dan bisa-bisa kamu di tinggal pulang.

4.       Sangat kejam kalo nawar harga

Ini point kekejaman cewek kalo belanja di pusat grosir atau di pasar tradisional. Kalo nawar nggak kira kira, langsung banting harga se rendah-rendahnya dan nggak jarang bikin yang jual kesel dan secara halus ngusir dia. Kalo belanja di pusat grosir emang sih masih bisa di tawar, tapi tawarlah sewajarnya jangan tawar jauh dibawah harga. Belanja di pusat grosir atau di pasar tradisional itu secara tidak langsung akan mendukung perekonomian orang lokal. Masa beli barang di mall dengan harga selangit kamu iyain aja, sedangkan kalo beli di pasar tradisional kamu press harganya. Padahal sebenarnya kalau kamu belanja di mall, itu hanya memperkaya pengusaha yang sudah kaya, sedangkan ketika belanja di pasar tradisional, ikut membantu pengusaha kecil untuk berkembang. Masa tega sih melemahkan pelaku usaha yang masih lemah.

5.       Disuruh bawa barang belanjaan

macho cowokmu ilang kalo suruh bawa belanjaanmu seabreg


Poin ini juga sering buat cowok kesel kalo nemenin cewek belanja, udah bawa belanjaannya banyak, berat, harus nemenin muter-muter lagi buat nyari barang yang dia cari. Please cowokmu bukan babu, meski cowokmu kekar penuh otot, kalo disurung membawa barang belanjaanmu yang banyak + muter-muter + nungguin milih-milih ya lama-lama pegel juga. 

Curhatan Mahasiswa Tahun Pertengahan


Mahasiswa semester pertengahan adalah sebutan untuk mahasiswa yang berada di tahun kedua atau ketiga di bangku kuliahan. Mahasiswa semester ini menjadi mahasiswa yang bisa dibilang paling sibuk jika dibandingkan dengan mahasiswa semester diatasnya atau dibawahnya. Ya memang karena di tahun pertengahan mereka adalah pemegang kendali utama dari seluruh kegiatan mahasiswa yang ada di kampusnya, mulai dari jadi anak bem, anak himpunan, anak senat dan organisasi lainnya. Tapi dibalik kerennya pemegang kendali organisasi mahasiswa semester pertengahan juga manusia, di balik kesibukannya mereka juga bisa mengeluh.
1.       Ketika masuk Semester ganjil di tahun pertengahan kadang kamu bakal berfikir pengen nikah aja.
welcome to semester 3

Ungkapan ini memang bisa menggambarkan bagaimana stressnya jadi mahasiswa di tahun pertengahan. Di tahap ini mahasiswa diharuskan punya super power untuk menghadapi kerasnya dunia perkuliahan. Saking kerasnya dan saking beratnya melewati tahap ini kamu bakalan berfikir mending nikah aja. Padahal mungkin kalau nikah bebannya bisa aja lebih berat.
2.       Tugas dan deadline menyerang bertubi-tubi
nggak cuman rokok yang membunuhmu deadline juga bisa

Di semester ini tugas bakalan datang silih berganti seiring bergantinya malam dengan pagi. Tiap hari ada aja tugas ada aja deadline, sampai-sampai ada ungkapan “ketika kamu  menginggalkan tugas di kamarmu yang nyaman, tanpa kamu sadari dia akan bertemu dengan teman-temannya dan tanpa kamu sadari dia sudah beranak pinak”. Ketika berada di semester ini waktu adalah tugas, kamu bakalan mengerti betapa benar-benar berartinya waktu meski satu detik. Nggak percaya?, “jika kamu ingin tau betapa berartinya satu detik, tanyakan pada orang yang telat mengumpulkan tugas hari ini”.
3.       Setiap hari terasa hari senin
plesetannya orang-orang. monday monsterday

Bagi sebagian orang, hari senin merupakan hari yang menyebalkan. Begitu berat untuk melalui hari kramat ini, tapi bagi maasiwa semester pertengahan setiap hari terasa seperti hari senin. Setiap hari terasa begitu berat untuk dilalui, begitu menyebalkan dan membosankan. Bahkan hari minggu yang katanya hari libur, tapi tetep saja hari minggu nggak ada bedanya hanya selisih satu hari. Tapi setidaknya di hari minggu, kamu bisa merasakan nikmatnya kopi pagi atau secangkir teh di sore hari  sambil merenungu betapa anehnya dunia ini, dari hari senin ke hari minggu butuh satu minggu, sedangkan dari hari minggu ke senin hanya 1 hari.
4.       Nggak ada yang namanya tidur siang apalagi tidur dibawah jam 9 malam
Waktu tidurmu bakalan sangat tersita untuk membasmi setiap tugas dan mematikan setiap deadline yang ada. Jangan harap kebutuhan tidurmu bakalan tercukupi sebanyak 8 jam sehari. Kalau deadline benar benar menumpuk, bisa 24 jam nggak tidur bahkan lebih. Makannya buat mahasiswa tahun pertengahan memiliki tingkat stress yang begitu tinggi. Jangan heran juga pelariannya ke rokok, kopi dan dopping lain biar kuat seharian nggak tidur.
5.       Disaat ini lah kamu akan berevolusi menjadi PANDA
Effek yang langsung terlihat akibat kurang tidur dalam jangka waktu yang cukup lama, matamu akan berevolusi dari mata manusia menjadi mata panda. Bulatan hitam ada di sekitar matamu seperti panda, apalagi kalo gendut. Tambah mirip aja.
kalo udah bener-bener ekstrim miripnya bakalan kaya gini


Intinya menjadi mahasiswa di tahun pertengahan benar-benar harus melalui fase yang berat, harus bisa mengorbankan waktu luangnya demi masa depan. Harus punya semagat dan tekad yang lebih kuat daripada rasa malas dan jenuh yang muncul.  Percayalah badai pasti berlalu, setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Dan kesedihanpun hanya sementara

kisah perjuangan mahasiswa kere di tanah perantauan


yang namanya mahasiswa apalagi di perantauan tidak akan pernah lepas dari yang namanya krisis terutama krisis keuangan. Krisis ini paling sering terjadi dan terus berulang layaknya sebuah siklus terutama buat para mahasiswa kere. Yang punya modal nekat untuk merasakan yang namanya bangku kuliah. Bangku yang begitu di idam-idamkan oleh banyak orang namun sesungguhnya tidak seindah dengan apa yang dibayangkan.
1.       Mahasiswa kere itu anti sama yang namanya NGELUH
Inilah yang menjadi kelebihan mahasiswa kere dibandingkan dengan mahasiswa yang berkecukupan. Dia tidak terlalu banyak mengeluh dengan keadaan yang dia hadapi, tidak minder dengan hape jadul yang dia pake, tidak mengeluh kenapa kekampusnya jalan kaki, tidak mengeluh kenapa kosannya sempit, panas dan sebagainya. Bagi mereka mengeluh bukanlah solusi untuk menyelesaikan permasalahan yang dia hadapi. Mengeluh adalah salah satu bentuk ketidak syukuran atas apa yang telah Tuhan berikan untuknya dan apa yang telah orangtuanya perjuangkan untuknya.
kenal dengan sosok diatas, Wahyudin namanya. kisah perjuangannya untuk kuliah pernah dia ceritakan dalam acara Hitam Putih. Dengan segala keterbatasannya dia harus berjuang sendiri agar bisa meneruskan pendidikannya 

Dengan prinsip seperti ini, maka tak jarang banyak dari mereka yang justru menjadi mahasiswa yang berprestasi baik secara akademik maupun non akademik. Karena kesuksesan bukanlah untuk mereka yang hanya berleha-leha dan asik dengan gadgetnya. 
Karena kenyamanan itu melenakan dan masalah itu mendewasakan.
saya punya kakak kelas sewaktu SMA, yang ternyata kini dia menjadi lulusan terbaik di sebuah universitas negeri di semarang namanya MIni adalah salah satu contoh mahasiswa kere tapi berprestasi yang kebetulan adalah kakak kelas saya sewaktu SMA. Kisah perjuangannya dapat anda tonton di KICK ANDY “

2.       Makan seadanya asal perut bisa diajak berkompromi untuk berfikir
Makan adalah sumber pengeluaran terbesar, bagi mahasiswa kere makan apapun jadi asalkan halal nggak peduli rasanya mau gimana, yang penting masih bisa makan. Makannya pun tidak mesti sehari 3 kali, asal bisa buat bertahan hidup dan nggak sakit aja udah cukup. Tapi untunglah di tanah rantau yang begitu kejam selalu saja ada orang baik yang peduli dengan mahasiswa kere, selalu ada tempat makan murah dengan porsi kuli yang sebenarnya sangat cukup untuk makan 2 kali.
3.       Moto hidupnya “kuliah itu susah, tapi lebih susah itu menguliahkan”
Kalimat ini ibarat kalimat sakti yang bisa membuat semua lelah dan keluhan yang dirasakan tidak ada artinya jika dibandingkan dengan perjuangan orang tua yang menguliahkan. Dengan penuh kesadaran mereka menyadari bahwa setiap fasilitas yang dinikmati adalah cucuran keringat dan airmata yang telah orangtua perjuangkan untuknya. Dengan mengingat kalimat ini, ketika mereka lelah mereka langsung bangkit, ketika tenaga dan semangat habis maka langsung terisi. Maka janganlah heran kalau mahasiswa kere itu punya daya juang yang begitu keras meski kondisinya serba terbatas.
4.       “Lomba” adalah survivor kit nya

Lomba atau kompetisi lain menjadi harapan utamanya untuk medapatkan uang, biasanya hadiah yang diberikan jika memenangkan sebuah kompetisi memang tidak sedikit, mulai dari ratusan ribu sampai jutaan rupiah. Buat mahasiswa kere, inilah oase di tengah gersangnya gurun pasir. Tapi untuk mendapatkan semua itu haruslah melalui sebuah perjuangan keras, berkompetisi mengalahkan ratusan bahkan ribuan lawan untuk mendapatkan reward yang begitu menggiurkan.

Dibalik Kerennya Label "Anak Teknik"

Dulu pas jaman sma kalo dengen atau liat mahasiswa teknik itu keren. Dalam mindset anak sma dulu, kalo anak teknik itu pasti pinter, multi talenta dan cowok banget. Dari hal ini lah yang membuatku tertarik jadi anak teknik. Dan ketika kuliah pun aku berhasil jadi anak teknik.
Ketika diluar ditanyain kuliah jurusan apa, saya bisa jawab dengan pede, kalo saya anaak teknik. Apalagi jurusaan yang aku ambil merupakan jurusan favorit se teknik di kaampus.
Dibalik kerennya anak teknik, ternyata ada sisi penderitaan yang tak banyak orang awam yang tau tapi banyak para mahasiswa yang merasakannya.

1. Anak teknik selalu under pressure
Ini lah yang paling membebani anak teknik, selalu dibawah bayang deadline, laporan, tugas dan peraentasi. Saking banyaknya tugas, kalo gakuat mental bisa bisa bilin kepala meledak. Tugas datang dan pergi silih berganti. Kalo di ibatatin, 
sekejap meninggalkan tugas di kosan, tanpa kamu tahu tugas itu akan bertemu dengan kawannya, beranak pinak dan tanpa kamu sadari ketika kamu kembali kosan mu sudah penuh dengan tugas.
Huft, kalo udah gini siap siap aja begadang semalaman ga tidur bahkan beberapa hari bener bener ga tidur. Kalau udah gini pikiran jadi kacau, kebanyakan pelariannya ke rokok sama kopi. Buat ngurangin stress sama buat dopping biar kuat melek. Makannya jangan heran kalau kebanyakan anak teknik terutama yang jurusannya agak berat butuh mikir keras dan kuliahnya susah seperti geologi, mesin, elektro dkk banyak yang merokok. Banyak yang merokok bukan berarti semuanya perokok ya, emang ada beberapa yang nggak ngerokok.
Kalo kuliahnya berat, susah dan waktunya abis buat bikin tugas. Jangan heran juga kebanyakan anak teknik lebih memilih menjomblo. Karena emang ga punya waktu banyak buat pacaran, terus males mikirin sesuatu yabg seharusnya belum perlu terlalu dipikirin. Padahal kalo nanya sama cewek cewek kalo punya pasangan pilihan teratas nya kalo bukan anak kedokteran ya anal teknik.

2. Kuliah di teknik itu mahal
Udah bukan rahasia lagi kalo kuliah di teknik itu mahal. Kebanyakan duir anak teknik itu abis buat beli alat alat praktikum pribadi, buat praktikum lapangan, buat beli buku dan perlengkapan lain yang emang harganya enggak murah.
Contoh sederhana aja, anak teknik itu bisa ngabisin duit banyak buat beli alat tulis. Bolpennya spesial, kertas juga kertas khusus, penggaria penggaris khusus, kalkulator scientist. Kalo mau pinjem alat tulis anak teknik paling lengkap lah.
sebagian alat tulis ana teknik, yang harganya di atas rata-rata.
3. Anak teknik jarang punya hari libur
Ini penderitaan yang paling menyedihkan, disaat anak anak lain bisa jalan jalan menikmati liburan anak teknik justru liburannya dipake buat praktikum sama bikin tugas. Ibaratnya gaada warna merah buat kalender buat anak teknik. Semuanya berwarna hitam. Kalo ada yang merah ya hitamin sendiri hehe.
Menyedihkan memang, disaat yang lain bisa menikmati indahnya tanggal merah, buat anak tenik merah atau hitam sama saja. Disaat yang lain bisa balik ke rumah disaat tanggal merah, anak teknik cuma bisa menyimpan rasa rindu dengan rumah.
Tapi ga semua anak teknik kondisinya kaya gini sih, ini cuman berlaku buat jurusan tertentu. Udah kuliahnya ribet, gaada libur lagi. Cuma bisa tetsenyum sambil menahan kesedihan di dal hati.

Penyemangat Hidupku


Perjuangan seorang ayah untuk membahagiakan anaknya terlihat jelas di film ini (CJ7)

Jenuh, capek, lelah, malas semuanya begiku kompak bekerjasama untuk mematikan api semangat juang untuk masa depan yang cerah. Ketika satu datang, semuanya akan datang saling bahu membahu mematikan api semangat yang membara untuk meraih masa depan yang masih abu-abu. Menjadikan tubuh yang dilengapi oleh otot dan tulang yang begitu kokoh menjadi seonggok lemak yang tak berdaya. Ketika ini terjadi, masa depan hanyalah kata kiasan, impian hanyalah sebuah kata tanpa makna. Semua orang pasti pernah mengalami hal seperti ini, begitupun dengan saya.
Ada sebuah “wejangan” yang diberikan oleh penyemangat hidupku ketika aku merasa begitu lelah dengan kehidupan ini. 
“sebuah truk, mampu mengangkut belasan sapi dengan mudahnya, tapi seekor sapi belum tentu bisa menarik sebuah truk”.  
Truk di ibaratkan seseorang yang mempunyai semangat hidup, di ibaratkan “beban” hidup. Ketika sebuah truk memiliki cukup bahan bakar (semangat) dia mampu mengalahkan beban yang ada dalam hidupnya, namun ketika truk tak berdaya, tak memiliki bahan bakar (semangat). Dia tak mampu melakukan perpindahan, sapi pun tak mampu untuk menggerakkannya.
Ini lah yang menjadi bahan renungan untuk saya, kenapa saya bisa kehabisan bahan bakar (semangat) untuk menjalani hidup ini, kenapa saya hanya mengikuti rasa malas. Padahal ketika saya bersemangat untuk menjalani hidup ini, sebagian besar hasilnya pun untuk saya.
Saya saat ini sedang menjalani hari-hari saya sebagai mahasiswa, di jurusan teknik di sebuah kampus ternama di negeri ini. kehidupan sebagai mahasiswa teknik bagi saya memang terasa begitu berat dan menyebalkan. Deadline, laporan, tugas praktikum, mereka sanggup berkolaborasi dengan indahnya untuk melemahkan kobaran api semangat yang saya miliki. Ketika api semangat tak mampu menggerakkan tubuh ini, yang ada hanyalah rasa lemas, malas dan tak berdaya.
Untuk mengatasi hal ini saya selalu berusaha untuk mencari cara agar api semangat saya kembali membara. Salah satu caranya adalah dengan mengikuti seminar-seminar, apapun itu. Ada sebuah kalimat yang terus saya jadikan pembakar semangat hidup.
“ingatlah, ketika kamu mulai letih dengan kuliah, ketika kamu mulai malas denan kuliah, ketika kamu merasa pengen nikah aja. INGAT dibalik semua ini orangtuakalian mati-matian untuk menguliahkanmu, mati-matian untuk membahagiakanmu. Setiap kemudahan dan kenimatan yang kamu rasakan, semua itu adalah kucuran keringat dan lantunan doa mereka. Ketika kamu lelah orangtuamu lebih lelah. Jangan biarkan keringat yang telah mereka peras untukmu hanyalah sia-sia”
Ucapan itu sungguh membekas di pikiran saya, perjuangan saya belumlah apa-apa dibangdingkan perjuangan irangtua saya yang mati-matian menyekolahkan saya, dengan harapan saya akan menjadi lebih baik, lebih berguna, dan lebih berbakti kepada mereka. Kebanyakan orangtua, dan termasuk orangtua saya, tak terlalu mempermasalahkan seberapa bagus IPK yang anaknya miliki, tetapi mereka selalu mempertanyakan seberapa bakti anaknya kepada mereka yang sudah mati-matian mereka perjuangkan.
Masadepanmu adalah harapan mereka, berikan yang terbaik untuk masadepanmu, ketika kamu bahagia kelak dimasa yang akan datang, mereka akan lebih bahagia, merka akan bangga dengamu. Karena mereka tak saha menanamkan harapan kepada anaknya, mereka tak salah memperjuangkanmu. Buanglah ego dan malasmu untuk meraih masadepan, berikanlah yang terbaik seperti yang selalu mereka berikan untukmu.




Lazada Indonesia

Sahabat aku merindukanmu

Ditengah rutinitas yang begitu menjenuhkan, kuliah, tugas, praktikum yang datang dan pergi, tak ada habisnya. Tiba-tiba aku teringat masalalu yang aku jalani dengan kondisi yang kurang lebih sama dengan kondisiku sekarang ini. tugas, deadline, laporan dan praktikum yang sudah aku lewati bersama kalian sahabatku, sahabat terbaik yang pernah aku miliki.
Jika dibandingkan dengan waktu itu, saat aku masih bersama dengan kalian. Memang tugas banyak dan sama banyaknya dengan yang sekarang. Praktikum berat dan banyak, tapi masih tetap sama dengan kondisi waktu itu ketika bersama kalian. Tapi entah kenapa kondisi ini sungguh terasa berat untuk di jalani. Rasa malas begitu kuat sanggup melemahkan semangat juang untuk masa depan. Tak seperti dahulu ketika aku bersamamu.
Dulu, dengan kondisi seperti ini aku masih bisa menikmati canda dan tawa bersama kalian. Tugas dan laporan bukanlah beban, melainkan menjadi bahan ejekan dan gurauan. Berhari-hari tidak merasakan nikmatnya tidur lelap, ber minggu-minggu berada dibawah belenggu deadline semua itu terasa nikmat bersama kalian. Ketika deadline menjelang, kita sama-sama menjadi orang gila. Aku sungguh merindukan saat-saat seperti itu bersama kalian. Meski tugas numpuk, kita masih bisa meluangkan waktu untuk menikmati indahnya kebersamaan.
Andai saja kalian berada disini bersamaku, aku ingin menikmati masa-masa itu lagi bersama kalian. Tapi sayang, jarak jogja semarang tak merelakan kita untuk berkumpul lagi untuk saat ini. andai saja aku punya cukup waktu, aku ingin kembali ke jogja untuk meluapkan rasa rinduku pada kalian.
Entah tak tau mengapa, meski sudah cukup lama aku berada disini, aku belum bisa menemukan orang seperti kalian. Orang yang masih peduli dengan orang lain meski sama-sama berada dalam kondisi susah. Orang yang masih mau merelakan egonya demi kebersamaan, demi kesolidan hubungan kita. Orang yang masih mau capek-capek merelakan tenaga dan waktunya untuk sahabtanya meski dia tidak mendapat imbalan apapun.
main bentar, lupain laporan, menikmati keramaian jogja
ditengah kepenatan masih ada waktu untuk menikmati kebersamaan dengan segelas kopi


Masih teringat jelas di ingatanku ketika aku telat bangun pagi, ketika kita mau fieldtrip ke luar kota. Puluhan missed calls dari kalian, dan belasan sms dari kalian yang berusaha membangunkanku, meski aku tak meminta kalian untuk membangunkanku. Dan berkat puluhan kali missed calls itu aku baru terbangun dan langsung bergegas, menempuh jauhnya kalasan-gondokusuman dengan waktu yang sesingkat-singkatnya. Semua perasaan panic yang aku rasakan sepanjang perjalanan, semua sirna ketika aku melihat wajah khawatir kalian menunggu kedatanganku. Aku sungguh beruntung, mempunyai sahabat yang begitu peduli denganku.
Kebersamaan indah kita harus terpisahkan oleh ini


Yah, tandanya aku arus ke semarang, berpisah dengan kalian demi masa depan. Meski aku disini dan kalian disana, aku yakin suatu saat nanti kita akan bertemu lagi. Biarlah kita sibuk dengan kesibukan masing-masing, biarlah kita stress dengan tugas kita masing-masing untuk sekarang dan beberapa tahun kedepan. Tapi aku berharap suatu saat nanti, kita akan berkumpul kembali untuk mengenang masa indah kita dengan senyuman dan tawa bahagia.
Biarkan rutinitas ini menghalangi kebersamaan kita, biarkan jarak semarang-jogja memisahkan kita, biarkan tawa yang dulu pernah ada terdiam sejenak. Percayalah bahwa setelah kesulitan selalu ada kemudahan. Meski jarak kita jauh tak akan melemahkan persahabatan kita. Meski hukum newton mengatakan semakin jauh jarak akan semakin melemahkan gravitasi, aku yakin jarak kita saat ini takkan melemahkan gravitasi diantara kita. Newton hanyalah membicarakan tentang logika, tapi tak bisa menjelaskan bagaimana “rasa”.

Simpanlah kenangan tentang kita di dalam memori kalian, untuk kita kenang kembali disaat kita berada di masa depan. Simpanlah semua rasa yang pernah kita rasakan, untuk kita curahkan disaat kita dipertemukan lagi. Simpanlah semua rindu untuk kita hilangkan disaat kita saling menatap wajah kita. Simpanlah semua air mata sampai kita tersadar bahwa kita akan berpisah lagi. 

Udah Kuliah Tapi Pengen Ikut SBMPTN?

                Memang agak ngeselin, udah kuliah tapi ikut SBMPTN lagi. Jadi nambah saingan dan mempersulit persaingan SBMPTN. Tapi faktanya banyak orang yang sudah kuliah tapi SBMPTN lagi, entah karena di kampus yang sekarang bukanlah kampus yang sesuai impian dia, atau mungkin jurusan yang sudah dia ambil bukanlah jurusan yang sesuai passion nya, ada juga yang gara-gara lokasi kampus yang sedang dia ambil lingkungannya kurang cocok dengan dia. Apapun alasan yang melatarbelakangi mereka untuk ujian SBMMPTN lagi, udah kuliah terus ikut SBMPTN lagi menurut saya tidak masalah kok. Selagi ada kesempatan, ingin memaksimalkan kesempatan yang tersisa demi mewujudkan impian yang tertunda tidak ada salahnya kan?. Kali ini saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman saya dan teman-teman saya yang sudah kuliah tapi iktu SBMPTN  lagi, dan ngeselinnya ternyata malah lolos meski tanpa persiapan yang matang seperti anak-anak sma yang baru lulus dan masih fresh-fresh nya dengan materi yang kira-kira akan di ujikan di tes SBMPTN.

                Certia pertama dari pengalaman saya yang sebelumnya sudah saya ceritakan di postingan sebelumnya Belajar mepet tapi lolos SBMPTN passing garde tertinggi FT . Memang kalau udah kuliah, tidak akan punya banyak waktu untuk belajar lagi materi SMA, atau setidaknya hanya sekedar mengulas materi SMA. Tapi sebenernya kalau udah kuliah punya kesempatan dengan level yang lebih tinggi mengenai materi SMA. Terutama untuk jurusan Saintek, pada tahun pertama kuliah, materi yang dipelajari adalah materi-materi SMA, tapi materi yang di pelajari bukanlah teori lagi seperti SMA melainkan lebih kepada Aplikasi dari teori-teori tersebut. Nilai plus nya adalah, ketika mempelajari aplikasi justru akan menguatkan pemahaman mengenai teori yang mungkin udah lupa. Nilai plus nya yang lain adalah pada soal SBMPTN soalnya justru banyak aplikasi dari teori.
                Singkat cerita mengenai latar belakang kenapa saya mengikuti SBMPTN lagi, karena memang saya merasa belum maksimal dengan SBMPTN yang sebelumnya. Sehingga saya tidak berada di kampus yang saya inginkan. Dengan persiapan yang sangat mepet dan tidak ada persiapan buat materi ujian sama sekali justru saya lolos. Meski pada awalnya saya tidak terlalu berharap bahwa saya lolos, soalnya melihat persiapan saya yang gitu-gitu aja. Soalnya melihat perisapan adek kelas saya waktu SMA yang keliatannya udah niat banget, ikut les, try out sana sini, bimbel, belajar tiap hari dan lain sebagainya yang bisa mengindikasikan bahwa dia bakal lebih siap dan lolos SBMPTN. Tapi kenyataannya jauh berbeda, dia justru nggak lolos, kenapa? Soalnya dia tidak punya persiapan mental yang baik. Namun bagi yang udah kuliah terus tes SBMPTN lagi, dengan persiapan yang seadanya tapi dengan kesiapan mental yang lebih dibandingkan dengan anak yang baru lulus SMA. Hal yang paling menentukan ketika EKSEKUSI TES SBMPTN adalah mental, meski dengan persiapan materi sematang apapun tapi kalau perisapan mentalnya nggak ada, takut gagal dan sebagainya justru akan mengurangi kemungkinan buat lolos.
                Cerita lainnya berasal dari teman-teman saya, banyak diantara teman-teman saya yang ikut SBMPTN lagi meski udah kuliah. Meski dengan persiapan yang ala kadarnya tapi mereka semua justru lolos, ada yang lolos di ITB, UGM, UNBRAW, IPB, UNDIP yang notabene katanya susah masuk ke kampus ini. Tapi ternyata bisa kok dengan nggak ada persiapan yang matang bisa lolos di kampus yang berada di jajaran kampus terbaik di Indonesia.

                Bagi kamu yang udah kuliah tapi pengen ikut SBMPTN lagi, JUST GO AHEAD. Nggak ada salahnya kok ikut SBMPTN lagi demi meraih impian dan cita-cita. Mumpung masih ada kesempatan kenapa enggak? Sebelum nanti menyesal ketika sudah tidak punya kesempatan lagi.