Showing posts with label opinion. Show all posts
Showing posts with label opinion. Show all posts
Perbandingan kuliah di kampus swasta dan negeri

Perbandingan kuliah di kampus swasta dan negeri


Saya ingin menceritakan pengalaman saya kuliah di kampus swasta selama setahun dan kemudian memutuskan untuk pindah ke kampus dengan label milik pemerintah. Sebelumnya saya kuliah di salah satu kampus swasta yang ada di jogja. Kampusnya nggak mentereng mentereng banget tapi di tempat itu saya merasa lebihnyaman.
Beberapa hal yang membuat saya menyesal pindah kampus dari kampus swasta ke kampus dengan label negeri salah satunya adalah dari segi kenyamanan. Sejujurnya kuliah di kampus swasta itu jauh lebih nyaman daripada kampus negeri. Dari segi pelayanan pihak kampus ke mahasiswa di kampus swasta lebih terlayani dengan baik. Cukup sebanding dengan biaya kuliah yang dikeluarkan dengan pelayanannya. Pihak birokrat kampus cukup ramah dan kooperatif bisa membuat mahasiswa menjadi tidak malas berurusan dengan pihak birokrat kampus.
Kondisi lingkungan di kampus swasta itu sangat ideal untuk membuatmu cepat lulus.
Di kampus swasta cenderung memiliki tingkat kebebasan yang lebih tinggi, lebih fleksibel. Mahasiswa tidak terlalu dituntut ini itu, tidak diwajibkan ini itu. Kuliah jadi tidak terbebani bisa menjalani kulia dengan enjoy. Untuk urusan nilai, meski banyak dosen killernya tapi nilainya ga jelek-jelek banget asalkan bisa mengikuti dan menyesuaikan prosedur yang ada. Di kampus ku dulu jika nilainya jelek bisa mengambil perbaikan ya semacam semester pendek buat remedial, jadi nggak perlu khawatir dengan nilai jelek. Asalkan mau sedikit mengorbankan waktu lbur semester buat mengikuti remedial.
Masalah pendanaan, beasiswa dan segala macam yang berhubungan dengan uang, di kampus swasta memiliki birokrasi yang lebih singkat dan lebih mudah di urus daripada di kampus negeri. Jika kamu memiliki event yang berhubungan dengan kampus terus ingin mengajukan bantuan dana ke kampus, kampus swasta lebih melayani dengan baik. Besaran uang yang dikeluarkan kampus pun lebih besar daripada uang yang diberikan kampus negeri. Untuk beasiswa, di kampus swasta memang agak sedikit langka, tapi jika kamu ingin kuliah gratis sepenuhnya di kampus swasta rajin rajin saja maen ke kampus. Jika prestasimu cukup baik kampus akan membiayai kuliahmu full sampe lulus.
Jika cukup jeli menghitung-hitung, kuliah di kampus swasta itu lebih murah daripada kuliah di kampus negeri. Di kampus negeri umumnya menggunakan system ukt, dengan besaran biaya yang sama sampai lulus nanti. Sedangkan di kampus swasta pembayaran uang kuliah ditentukan berdasarkan jumlah sks yang di ambil. Jika kamu ambil sks sedikit uang kulaihnya lebih sedikit, kalau di kampus negeri mau ambil banyak ataupun sedikit sama aja bayar kuliahnya. System ukt sebenarnya cukup merugikan untuk mahasiswa tingkat akhir yang ambil sksnya dikit. Yang membuat kesan kuliah di kampus swasta mahal adalah pembayaran uang pembangunan, entah apapun itu namanya uang pembangunan ini biasanya dibayarkan pas awal-awal masuk. Jumlahnya memang tidak sedikit, tapi jika dibandingkan dengan kampus negeri, bagi mahasiswa masuk dengan jalur ujian mandiri pasti mengalami system seperti ini. Ketika awal masuk harus membayar uang pembangunan yang jumlahnya lebih mahal daripada kampus swasta, terus untuk pembayaran ukt juga di batasi, minimal golongan tertentu. Kalau ditinjau dari segi biaya, daripada masuk kampus negeri lewat jalur ujian mandiri lebih baik masuk kampus swasta saja.


Jomblo story : Alonely



Ditengah sepi, sendiri dan benar-benar sendiri tapi jangan pernah menyadari bahwa sebenarnya kamu sedang sendiri. Menyadari bahwa dirimu sedang sendiri akan membawamu kedalam bagian “mellow” dalam hidupmu. Mengeluh, mengeluh dan mengeluh dengan keadaan, mengeluh di dalam kesepian dan kesendirian. Mengeluh takkan pernah menyelesaikan masalah, dengan mengeluh solusi tak bisa dating. Mengeluh sama saja menyalahkan keadaan, keadaan sebenarnya tak salah. Hanya saja yang salah adalah caramu menyikapi keadaan. Tidak ada yang menciptakan keadaan kecuali dirimu sendiri. Yang harusnya dikeluhkan adalah dirimu, kenapa bisa dengan mudah mengikuti arus, terbawa arus dan tenggelam di tengah lautan keluhan. Ada pepatah yang mengatakan, “ Hanya ikan mati yang terbawa arus”. Ikan mati ya ikan mati, dia hanyalah bangkai yang tak bisa bergerak untuk melawan arus. Sudah tidak bisa merubah keadaan, hanya bisa mengikuti derasnya arus yang menerpa. Tidak peduli menabrak batu, tidak peduli tersangkut, tidak peduli dimakan oleh binatang rendahan pemakan bangkai.
Sendiri dan mengeluhkan kesendirian bukanlah solusi untuk merubah keadaan. Keadaan takkan berubah dengan keluhan, keadaan akan berubah dengan gerakan. Gerakan perlawanan, gerakan perubahan. Sudah secara alamiah semua benda di dunia ini memiliki kemampuan untuk melawan, hukum fisika, aksi-reaksi sebenarnya tak berbeda jauh dengan melawan dan di lawan. Aksi sama saja melawan dan reaksi adalah bentuk perlawanan. Lawan kesendirianmu, lawan kesepianmu, dan lawan kehampaan dalam hidupmu.
Setiap orang memiliki cara masing-masih untuk melawan keadaannya. Melawan semua keadaan yang mengekangnya. Begitupun aku, aku punya caraku sendiri untuk melawan kesendirianku, kesepianku dan kehampaan dalam hidupku. Cara yang paling efektif untuk melawan kesendirian adalah dengan tidak merasakan sendiri. Karena ketika merasa bahwa dirimu benar-benar sendiri sangatlah menyebalkan.
Salah satu bentuk perlawanan kesendirianku adalah dengan menikmati hobiku. Seperti kebanyakan cowok, aku punya hobi dengan hal-hal yang berkaitan dengan otomotif. Mulai dari otak-atik mesin sampai ngebut-ngebutan di jalanan. Setiap cowok yang punya hobi seperti ini pasti menganggap motornya merupakan salah satu bagian terpenting dalam hidupnya, bahkan mungkin pacarnya. Cowok seperti ini lebih rela berlama-lama menunggu motornya di bengkel daripada nungguin cewek belanja di mall, lebih milih jalan dengan motor keren daripada cewek cakep. Begitupun dengan aku, seandainya aku punya pacar jika di ukur seberapa besar rasa sayang yang aku miliki dengan pacarku kemudian dibandingkan dengan seberapa besar rasa sayang dengan motorku hasilnya adalah tingkat rasa sayang ke motor sedikit lebih besar daripada sayang sama pacar. Seandainya motor sakit aku juga akan merasakan sakit, bukan sakit secara fisik tapi sakit di dalam jiwa. Seandainya cewekku sakit, aku belum tentu merasakan sakit yang sama, seandainya merasakan sakit yang sama itu bukan karena ikatan batin yang kuat tapi karena penyakitnya menular.

gambar dari lajupacu.wordpress.com


Buat para cewek yang sanggup mengalahkan rasa sayang cowok ke motornya berarti kamu benar-benar spesial buat cowok itu. Meski motor dan cowok adalah hal yang susah di pisahkan tapi cowok dan cewek adalah hal yang tak bisa di pisahkan.

Kerennya Cewek Teknik



jadi cewek teknik itu luar biasa, karena tidak semua cewek mau masuk teknik, mau bertahan dengan pilihannya, dan menjadi minoritas diantara anak teknik yang kebanyakan cowok. Cewek teknik itu ibarat intan diantara lumpur. Kenapa? Ya karena kontras banget ada sosok yang berkilau di lingkungan yang redup. Jumlah cewek di teknik itu tidak bakalan lebih dari setengah jumlah total mahasiswanya. Ya kecuali untuk jurusan tertentu seperti teknik lingkungan yang rata-rata memang jumlah ceweknya lumayan banyak. Tapi untuk jurusan yang cowok banget seperti di teknik mesin, cewek teknik sangat langka.

Tau nggak? Putri Indonesia 2015 ternyata anak teknik lho, !
dia kuliah di UNDIP jurusan teknik Planologi

Cewek teknik pasti cewek yang tangguh


kalau dibandingkan dengan cewek dari jurusan lainnya cewek teknik keliatan lebih macho dan kadang keliatan tomboi. Ketangguhan cewek teknik itu tidak di lihat dari tingkat ketomboiannya tapi dilihat seberapa kuat dia menjalani kehidupan sebagai anak teknik yang begitu berat penuh dengan tekanan, butuh fisik dan mental yang kuat, dan satu lagi nggak boleh cengeng. Karena di dunia teknik harus kuat ketika di marahi, harus bisa menahan diri ketika dikatain dengan perkataan yang kasar, dan harus berani untuk membela diri. Tidak boleh ada kata baper disini, kalau memang tidak kuat berada di teknik ya mending keluar atau pindah jurusan aja.




Cewek Teknik Itu Keren


meskipun kebanayakan anak teknik memiliki penampilan yang biasa-biasa saja namun ternyata cewek teknik memiliki daya tarik tersendiri. Ketika orang-orang ditanya mengenai anak teknik, jawaban yang paling sering mereka jawab “anak teknin itu keren” Kerennya anak teknik yang dipandang orang kebanyakan adalah anak teknik secara umum, namun untuk cewek teknik itu lebih keren. Alasannya ya karena cewek teknik itu jarang yang masuk jurusan teknik, jadinya mereka memiliki point plus tersendiri dari pandangan orang-orang. Ya memang, sesuatu yang yang di anggap keren itu karena jarang di jumpai. Kalau misan cewek dengan jurusan psikologi atau ekonomi itu dianggap biasa saja, ya karena populasi cewek di jurusan itu memang banyak.




Cewek teknik itu lebih mandiri


meskpun tidak semuanya demikian, jika dibandingkan dengan cewek di jurusan selain teknik cewek teknik memang bisa dibilang lebih mandiri. Salah satu alasannya memang ketika masuk kedalam dunia teknik siapapun dituntut untuk mandiri. Apalagi untuk jurusan teknik yang bidang kerjanya kebanyakan turun ke lapangan langsung. Kemandirian sangat penting dan sangat dibutuhkan disini. Parameter yang digunakan untuk menilai seberapa mandirinya dia adalah dengan melihat seberapa mapukah dia untuk mengurus keperluannya sendiri tanpa terlalu banyak merepotkan orang lain. Misalnya minta antar jemput, bisa mengatasi permasalahannya sendiri tanpa banyak ngeluh dan banyak nangis. Kebanyakan cewek memang ketika ada banyak masalah bisanya cuman nangis dan berharap masalah yang dihadapinya bisa terselesaikan sendiri. Tapi untuk cewek teknik, air mata itu bukanlah jalan utama untuk mendapatkan solusi atas permasalahan yang dihadapi. Jadi mau tidak mau meskipun hati ingin menangis cewek teknik masih bisa mikir atau setidaknya berdiskusi dengan yang lainnya untuk mencari solusi.




Meski memiliki penampilan yang biasa-biasa saja dia sangat menarik


Memang kebanyakan cewek teknik tidak terlalu memperhatikan penampilannya, biasa tampil no make up dan kurang stylish. Namun justru ini yang menarik, dengan terbiasa tampil tanpa makeup menandakan bahwa dia cukup percaya diri dengan penampilannya. Jadinya kalau misal dia mau di ajak jalan nggak kelamaan nunggu dandan. Cewek yang pake make up justru terkesan kurang perccaya diri dengan penampilannya, seperti memakai topeng biar keliatan cantik dan menarik. Padahal secara tidak sadar mereka sering “maksa” biar keliatan cantik dan menarik. Percaya atau tidak, cowok itu lebih suka sama cewek yang mukanya natural, tidak pake topeng (read : makeup).











Tanda tanda kalau salah masuk jurusan kuliah


Salah pilih jurusan saat kuliah sering terjadi, tapi bukan berarti sepenuhnya tidak bisa di perbaiki. Masih ada kesempatan kok buat ikut bursa persaingan masuk PTN\PTS di tahun kedua atau tahun ketiga setelah lulus. Salah pilih jurusan biasanya terjadi kalau terlalu terburu-buru pilih jurusan, takut tidak tidak lolos ujian masuk jadi pilih jurusan yang asal bisa masuk, di setir sama orang lain biar masuk jurusan tertentu, atau cuma pilih jurusan karena liat prospek kerja yang menarik dan masih banyak alasan lagi. Salah pilih jurusan kuliah memang tidak enak rasanya, harus dipaksa mempelajari hal yang tidak berdasarkan passion. Kalau menjalani suatu hal dengan terpaksa hasilnya tidak akan maksimal. Salah satu parameternya bisa dilihat lewat ip yang jeblok atau tidak bisa menikmati kuliah, bisa juga dilihat dari tidak adanya rasa puas dalam hati selama kuliah. Berikut adalah tanda-tanda yang bisa mengindikasikan kalau kamu salah masuk jurusan.
Tidak bisa menikmati kuliah
Ini bisa menjadi indikasi pertama bahwa kamu salag masuk jurusan. Setiap kali perkuliahan akan terasa begitu menyiksa dan tidak ada hal yang bisa di nikmati saat perkuliahan. Ini bisa di lihat dari tidak adanya rasa tertarik dan antusias terhadap mata kuliah yang berhubungan dengan jurusan yang di ambil. Tapi biasanya di tahun pertama kuliah matakuliah yang di pelajari merupakan matakuliah yang umum seperti kalkulus, fisika, dan kimia kalau jurusanmu masuk jurusan eksak tapi. Matakuliah tadi belum tentu bisa jadi parameter kalo kamu salag jurusan. Yang bisa jadi parameter kalo kamu salah masuk jurusan hanya matakuliah jurusan seperti gambar teknik kalo kamu yang jurusan teknik. Untuk jurusan tenik mesin mata kuliah ini cukup penting, harus bisa gambar komponen komponen mesin tanpa ada kesalahan yang fatal. Garis yang terlalu tebal atau melenceng satu mili aja bisa jadi kesalahan yang tidak bisa di toleransi. Kalau memang punya passion kesalahan ini tidak akan menjadi masalah yang berarti. Dengan adanya passion yang di miliki setidaknya bisa men jadi penyemangat untuk gambar ulang. Tapi buat orang yang nggak punya passion, ngulang nggambar akan jadi masalah. Buat orang yang punya passion kesalahan bisa jadi media pembelajaran untuk menjadi seorang ahli tapi kalo buat orang yang tidak punya passion kesalahan adalah penghalang, kesalahan adalah pematah semangat. Meskipun sebenarnya tidak ada orang yang sempurna di dunia ini yang bisa belajar tanpa kesalahan. Di kalangan anak teknik pasti familiar dengan quote ini "SEORANG AHLI AWALNYA JUGA SEORANG PEMULA"
Bedanya orang yang punya passion dan merasa di jurusan yang cocok kegagalan di awal pembelajaran tidak akan melemahkan semangatnya.
Merasa dirinya tidak berkembang
Orang yang bekerja dan belajar tidak sesuai dengan passion yang dia miliki akan merasa potensi yang ada di dalam dirinya tidak berkembang. Terutama ketika passion yang dia miliki tidak sejalan dengan bidangnya. Misalnya jika dia punya passion di teknik tapi ambil kuliah ekonomi pasti akan terjadi perang batin di dalam dirinya. Anak

Alasan Kenapa Orang mau capek-capek mendaki gunung

Ketika ditanya kenapa orang mau capek-capek naik gunung sebenarnya jawaban yang paling bagus menurut saya adalah rasakan saja sensasinya. :). Naik gunung itu tidak sembarangan butuh persiapan, perjuangan, dan pengorbanan. Harus mau bersusah payah melawan dingin, melampaui batasan fisik, meluangkan waktu, mengeluarkan uang, dan bahkan berani bertaruh nyawa menghadapi bahaya yang mungkin saja terjadi di luar sana.




Di atas gunung bisa membuka mata bahwa betapa kecilnya dirimu mu di dunia ini

Jelas!, dari atas gunung kamu bisa membandingkan seberapa besar dirimu dibandingkan dengan dunia yang begitu besar dan luas ini. Dengan membandingkan tinggimu yang tidak lebih dari 3 meter dibandingkan dengan gunung yang tingginya bisa sampai beberapa ribu meter akan semakin membuatmu sadar betapa kecilnya dirimu. Dengan menyadari betapa kecilnya dirimu dibandingkan dengan dunia ini akan membuatmu semakin sadar betapa kecil dan tidak berdayanya dirimu terhadap Tuhan yang telah menciptakan dunia dan seisinya yang sudah di atur sedemikian rupa dengan penuh keseimbangan dan ketelitian.

Bagi kamu yang masih percaya dengan Tuhan, kamu bisa menambah tingkat keimananmu disini. Dengan melihat secara langsung ciptaanNya kamu bisa renungkan kenapa Tuhan menciptakan semua ini, kenapa Tuhan menciptakan gunung,

Segala halangan dan rintangan yang dilalui bisa tahu karakter asli temenmu

Beberapa orang di sekitarmu hidup di balik topeng, namun ketika kamu dengan temenmu naik gunung bareng kamu akan tau bagaimana wajah asli temenmu. Segala permasalahan yang di hadapi ketika naik gunung semua topeng yang di pakai akan terbongkar, akan larut oleh keringat yang mengucur, akan terbang terbawa angin gunung, akan hancur ketika melawan beratnya medan. Semua hal mengenai kepribadian seseorang, apakah dia baik atau buruk dapat kamu nilai sendiri di atas gunung. Kamu bisa tau mana yang egois, mana yang care dan berani berkorban, semuanya dapat kamu nilai sendiri. Ketika kamu ingin mencari siapa orang yang bisa di jadikan orang spesial di hidupmu, mungkin dengan mengajaknya mendaki kamu bisa menilai sendiri apakah orang yang kamu pilih adalah orang yang pas atau tidak. Dengan begitu kamu bisa memilih orang yang tepat, orang yang kamu cari selama ini. Atau setidaknya jamu bisa tau mana teman sejati dan mana teman yang sekedar teman.

Kamu bisa tahu batasan dirimu


naik gunung itu butuh yang namanya perjuangan, pendaki yang kuat tidak selalu sampai puncak tapi pendaki yang tangguh pasti bisa mencapai puncak. Pendaki yang angguh adalah pendaki yang mampu melampaui batasan dirinya, mampu melampaui batasan fisik yang dia miliki, bermental baja untuk menggapai tujuan. Meski berat, meski lelah tapi mempunyai tekad yang kuat untuk mengalahkan dirinya sendiri.

Kamu bisa tahu betapa pentingnya teamwork


teamwork sangat berarti saat melakukan pendakian, disini akan terlihat mana pemimpin yang baik dan mana pemimpin yang buruk. Pemimpin tidaklah harus memimpin sebuah team, namun setidaknya dia mampu untuk memimpin dirinya sendiri untuk tidak banyak mengeluh dan menjadi beban orang lain. Pendakian tanpa teamwork akan kacau, setiap anggota tim mempunyai peranan masing masing. Ada yang bertugas untuk mendirikan tenda, masak, dan sebagainya. Teamwork akan sangat terasa ketika mendirikan tenda, meskipun sebenarnya bisa mendirikan tenda sorang diri namun buat apa membawa banyak orang tapi tidak ada gunanya. Disini sangat diperlukan seorang pemimpin, setidaknya orang yang tau bagaimana caranya mendirikan tenda dan mengarahkan orang lain yang kurang begitu paham untuk mendirikan tenda agar bisa mendirikan tenda bersama.

Dari atas gunung bisa melihat betapa indahnya dunia


Menurut saya, para pendaki gunung adalah salah satu orang yang beruntung, bisa melihat betapa indahnya dunia ini. Karena tidak semua orang memiliki kesempatan dan kekuatan untuk bisa melihat alam yang begitu indah yang telah Tuhan ciptakan. Selagi masih punya kekuatan dan kesempatan, pergilah sejauh mungkin dari rumah untuk mencari nilai-nilai kehidupan yang begitu berarti atau hanya sekedar untuk menikmati keindahan dunia ini. Sungguh sayang orang yang hidupnya hanya mondar mandir di sekitar rumah, padahal Tuhan telah menciptakan gunung dan lautan untuk manusia. Meski naik gunung itu melelahkan tapi kamu bisa melihat kumpulan awan dibawah kakimu, bisa melihat indahnya lampu kota di malam hari di bawah sana. Bisa menikmati indah dan wanginya bunga edelweiss di habitatnya yang memang hanya bisa tumbuh di dataran tinggi. Itu adalah kesempatan yang langka, yang belum tentu bisa datang seumur hidup sekali.

Setiap langkah akan terasa begitu berharga

ketika semakin mendekati puncak, langkah kaki akan terasa begitu berat dan setiap langkah akan terasa berharga. Inilah yang disebut dengan langkah0langkah perjuangan, jangan oerhnah sia-siakan setiap langkah ini. Meski berat dan pengennya nyerah aja tapi perjalanan yang sudah dilakukan sejauh ini bukanlah untuk menyerah, namun untuk membentuk pribadi yang gigih yang tangguh dan oantang menyerah meski setiap langka terasa begtiu berat dan begitu sulit. Orang yang bisa menginjakkan kakiknya di puncak hanyalah orang-orang yang mempunyai semangat juang yang tinggi. Esensinya jika di terapkan di kehidupan sehari-hari adalah ketika kita menginginkan sesuatu kita harus terus berjuang, berusaha meski keadaan semakin sulit.




Mungkin itu, semoga bermanfaat. Jika ada saran ataupun kritik atau juga ingin bercerita mengenai pengalaman pendakian yang pernah di lakukan silahkan tuliskan di kolom kometar. :)
IP bukan INDEKS PENDERITAAN

IP bukan INDEKS PENDERITAAN


IP merupakan singkatan dari Indeks Prestasi yang di hitung berdasarkan nilai mata kuliah dan jumlah sks yang di ambil. Menanyakan IP kepada mahasiswa terutama mahasiswa teknik merupakan hal yang bisa di bilang tabu. Kenapa? Karena kebanyakan anak teknik IP nya tidak terlalu tinggi, ya karena memang kuliah di jurusan teknik itu tidak gampang. Tapi meskipun kuliah di teknik itu bisa di bilang susah banyak juga kok yang bisa dapat IP cumlaude bahkan sempurna di jurusan teknik.

Penghitungan IP tidaklah selalu sama dengan perjuangan yang sudah di lakukan selama satu semester kuliah. Meskipun sudah berjuang semaksimal mungkin, tugas ngerjain, datang tiap hari ke kampus, praktikum di jalanin, laporan di selesaiin dengan sekuat tenaga dan semaksimal mungkin dengan harapan bisa mendapatkan hasil yang terbaik. Sehingga ketika ditanya tentang IP bisa menjawab dengan percaya diri. Tapi proses panjang itu bukanlah menjadi penentu utama IP, penentu utama IP itu ketika ujian, baik UTS maupun UAS atau ujian yang lainnya yang hanya di lakukan dalam beberapa hari bahakan beberapa menit saja. Perjuangan selama setahun tergantung dari menit-menit penentuan itu. Bagi yang tidak bisa mengikuti menit-menit penentuan itu ya bisa jadi perjuangan selama satu semester yang lalu hanyalah sia-sia belaka.
perjuangan yang dirangkai selama 1 semester kini hanyalah debu yang tak berarti ketika 1 hari itu lebih mempengaruhi. Jadi buat apa 1 semester ini? Mengapa hanya 1 hari itu yang jadi patokan?” (jonathan, 2016)
Bukan hanya itu, terkadang dosen pun begitu otoriter dalam memberikan nilai kepada mahasiswanya. Padahal mahasiswanya sudah berjuang semaksimal mungkin dengan harapan bisa dapat nilai bagus, eh ternyata tiba-tiba pas pengumuman dapet nilai yang jauh di bawah ekspektasi. Harapannya dengan perjuangan yang semaksimal mungkin biar dapet A atau minimal B tapi tiba-tiba ketika nilai keluar dapatnya malah C atau bahkan lebih buruk dari itu. Parahnya lagi, ketika nilai keluar seringkali tidak ada transparansi nilai dari pihak dosen, tau-tau C aja. Tidak ada pemaparan yang jelas mengenai parameter yang digunakan kenapa bisa tiba-tiba dapet nilai itu. Bahkan ada juga hanya gara-gara seorang dosen tidak menyukai sikap seorang mahasiswa, dosen dengan tega memberikan nilai jelek kepada mahasiswanya. Padahal di kontrak kuliah yang di paparkan pada saat awal kuliah, parameter yang digunakan adalah penilaian mengenai tugas, kehadiran dan Ujian. Kenapa bisa tiba-tiba ketika memberikan nilai ada parameter lain? Memang, kulai itu tidak melulu soal IP, kuliah juga bukan buat mengejar-ngejar IP. Tapi ketika kuliah juga butuh IP. IP juga bisa jadi syarat ketika mau mengikuti suatu organisasi, syarat beasiswa dan sebagainya, bahkan kedepannya IP juga bisa menjadi penolong seleksi tahap awal ketika mencari pekerjaan. IP juga merupakan bentuk tanggung jawab kepada orang tua kita, kadang parameter keseriusan saat kuliah dinilai oleh orang tua melalui seberapa besar IP yang bisa diperoleh. Memang orang tua tidak pernah mempermasalahkan tentang besaran IP yang di dapat. Karena orang tua juga pasti tau betapa susahnya untuk mendapatkan nilai yang range nya hanya 1-4.

Memang IP bukanlah segalanya, tapi kadang segalanya butuh IP.

Jika nilai kehidupan = 100, yang akan menjadi parameter keberhasilan hidup seseorang. IP maksimal hanya bernilai 4% nya saja. Tapi Range 1-4 itu seringkali jadi patokan, seringkali jadi syarat, seringkali jadi bahan pertimbangan. Padahal nilai 1-4 itu tidak selalu bisa mewaliki nilai 100 yang menjadi parameter keberhasilan. Nilai 1-4 hayalah bilangan awal untuk memulai sampai 100, nilai 1-4 hanya teori mengenai 96 nilai lainnya yang hanya di dapatkan di bangku kuliah, yang 96 lainnya di dapatkan di kehidupan nyata.
Inilah mengapa IP tidak bisa menjadi penentu kesuksesan seseorang, mungkin orang yang IP nya tinggi bisa mendapatkan nilai yang baik di nilai awal kehidupan, tapi untuk 96 nilai lainnya dia belum tentu bisa mendapatkannya atau mungkin sebaliknya bagi orang yang IP nya rendah mungkin tidak mendapatkan nilai yang baik untuk modal awal kehidupan, tapi dia bisa mendapatkan nilai maksimal untuk 96 nilai kehidupan lainnya.
So jangan bersedih buat yang IP nya rendah, tetaplah semangat. Kuliah bukan melulu soal IP.