Showing posts with label travel. Show all posts
Showing posts with label travel. Show all posts

Konsekuensi Dari Setiap Keputusan (Petualangan) - Pendakian Merbabu part-2

Mata tak kunjung terpejam, malam ini terlalu dingin. Meski sudah terhalang oleh lebatnya pohon edelweiss tapi angina tetap saja masuk. Setelah dicek ternyata resleting pintu jebol, menganga membiarkan angina masuk begitu saja tanpa permisi. Pantas saja dingin terasa menusuk hingga ke sum-sum padahal sudah pake sleeping bag dan jaket yang tebal. Aku dan Iqbal berusaha memperbaiki resleting agar bisa di tutup kembali, namun usaha kami sia-sia. Dingin membuat jari mati rasa dan tak dapat bekerja secara maksimal. Di tengah kebuntuan harus dengan cara apa mengatasi masalah ini, teringat bahwa aku membawa peniti.

Meski pada awalnya benda ini tampak tak begitu berguna, namun pada kondisi seperti ini penting fungsinya. Kami menutup pintu tenda dengan peniti untuk sementara, setidaknya untuk sepanjang malam ini atau setidaknya sampai badai mulai mereda. It works, meski tak tertutup secara sempurnya, dengan peniti itu dapat menghalangi agar angin tidak masuk seenaknya.Kembali masuk ke sleeping bag dan menikmati badai dari dalam tenda.

Malam semakin larut, badai semakin menderu deru. Tiba-tiba terdengar suara orang berteriak-teriak dibalik suara hembusan angin yang membawa kabut. Aku kira sesuatu yang buruk telah terjadi, pohon tumbang menimpa tenda, tenda terbang atau entah yang lain mungkin saja telah terjadi. Ku dengarkan dulu percakapan mereka untuk mengetahui apa yang terjadi, karena untuk membuka pintu agak susah.Entah aku tak terlalu mengerti apa yang mereka katakana tetapi aku sedikit mengerti tentang maksud yang mereka katakan.

Di tengah badai itu ada sekelompok pendaki yang baru tiba, mereka berencana mendirikan tenda ditempat ini, tapi sayang sudah penuh sehingga mereka berdebat untuk melanjutkan perjalanan atau memaksakan mendirikan tenda. Dari percakapan itu ada salah seorang yang sudah kecapekan, tapi ada salah seorang yang tetep ingin menlanjutkan pendakian, cari tempat yang lebih luas. Akhirnya ada yang mulai emosi, kemudian ada orang lain yang datang melerai, dan suasana kembali hening. Akhirnya mareka mendirikan tenda di celah-celah semak dan edelweiss tepat di sebelah tenda kami.
Gara gara perdebatan mereka mataku susah kembali terpejam, aku jadi berusaha mengintrospeksi diri. Semoga nanti secapek-capeknya tubuh ini tetap bisa mengendalikan diri, menahan ego untuk kepentingan bersama. Teringat pepatah yang pernah kudapatkan dulu ketika pengen jadi mapala.

"If you want go fast go alone, if you want go far, go together”

Maknanya dalam, kalo pengen perggi cepat pergi sendiri, kalo pengen pergi jauh pergi bareng-bareng. Karena bareng bareng bakal ada yang saling menguatkan. Kalo pergi sendiri bisa pergi kapan saja semaumu, tapi itu takkan jauh. Tak ada yang menguatkan, taka da yang bisa jadi tempat berbagi dengan yang se rasa se penanggungan.
Gara-gara naik gunungnya sama anak fisika, jadi keinget rumus fisika ini
P = F/A
P = tekanan, gaya yang bekerja pada tiap satuan luas, namun kali ini di modifikasi jagi gaya yang bekerja pada setiap satuan orang.
F = Gaya
A = luas penampang, namun kali ini dimodifikasi jadi banyaknya orang.
Dari rumus itu tekanan akan semakin kecil apabila banyak orang yang merasakan gaya yang bekerja, susah senang dirasakan bersama. Kalo ada yang susah yang lain harus saling membantu, biar dia tidak menderita dan mati sendirian. Rumus itu, rumus modifikasi yang diajarkan dulu pas pengen jadi anak mapala.
Angin dingin yang membawa kabut ternyata juga membawa rasa kantuk, dan perlahan mata terpejam.

Selamat pagi merbabu,

Alarm membangunkanku, bukan alarmku tapi alarm teman setenda. Ini yang kadang bikin kesel, alarm siapa yang bunyi yang bangun siapa, yang punya alarm masih tidur dengan pulasnya. Berhubung sudah subuh sholat subuh dulu gan.
Pas keluar tenda buat nyari embun dipake buat wudhu, Wow, cuacanya cerah bung, cahaya jingga terlihat jelas di kaki langit timur sana. Langsung bergegas tunaikan kewajiban untuk menikmati keindahan yang mungkin dicari-cari para pendaki.
Ambil jaket, bangunin yang lain, siapkan kamera, dan selamat menikmati pagi. Pagi ini indah bukan?

Sayangnya keindahan tak berlangsung lama, kabut perlahan turun menghalangi matahari yang ingin membawakan kehangatan bagi kami yang kedinginan. Sang merapi yang begitu gagah tepat berada di belakang kami, sepertinya dia juga kedinginan. Suhu udara waktu itu 15 derajat Celcius, tidak terlalu dingin, tapi angin yang cukup kencang hingga menembus di celah-celah sempit jaket membuat udara terasa begitu dingin.
Pagi-pagi enaknya ngopi-ngopi dulu.
Puas menyapa fajar, sekarang saatnya menikmati birunya api kompor ditambah secangkir kopi panas. Kami masak-masak dulu, baru lanjut ke puncak.

Jalur menuju puncak secara umum mendaki, tapi pada beberapa tempat cukup landai untuk dilalui. Tapi kabut menghalangi pandangan kami sehingga mental tetap terjaga meski ada tanjakan panjang didepan sana.
Dilah- cerah bentar, "cekrek..."

Sesekali cerah, namun lebih sering berkabut. Ketika kabut pergi, pemandangan indah ada di bawah sana, namun tanjakan terjal nan panjang ada di depan sana. Mental naik dan turun pada waktu yang bersamaan.
Meski berkabut, gas gas aja bro. soalnya nggak keliatan depan kondisinya gimana

Selama hampir 3 jam pendakian, akirnya sampai juga di puncak, sempat cerah sebentar namun kabut kembali datang. Tuhan juga tahu kami butuh penawar letih, kabut kembali datang menyadarkan bahwa semua yang ada di dunia ini dikendalikan oleh Tuhan.


Statistik pendakian menuju Puncak dengan menggunakan aplikasu My Tracks. Lama jalan sama istirahatnya sama he.he
Bagan, gambaran kondisi medan yang dilalui (garis ijo) vs kecepatan (garis biru) masih pake My Tracks juga

Dipuncak, cerah, "cekrek"
Berada di tempat tinggi, semakin terasa dekat dengan Tuhan, berhasil menginjakkan kaki di tempat tinggi namun hati perlahan turun di tempat yang rendah. Menerima fakta bahwa manusia itu sangat kecil, karena kecilnya manusia takkan berdaya melawan alam, melawan keagungan Tuhan.
Semakin siang semakin ramai, namun cuaca tak kunjung membaik. Meski ramai kebanyakan di isi oleh manusia batangan, alhasil teman kami yang dari jogja jadi sasaran buat diajak foto.
Puas di puncak, kami memutuskan untuk turun gunung, kembali ke tempat camp. Melewati jalan yang sama ketika naik tadi. Kami bisa turun dengan berlari, tentusaja bagi yang lututnya masih kuat. Kalau nggak kuat awas jebol, bahaya.

Setiap kali melewati turunan curam, kadang merasa, tadi kita lewat sini? Ya, kabut berhasil mengelabui kami. Kadang juga merasa tadi pas naik kita susah-susah kesana, tapi pas turun bisa dengan mudahnya. Mungkin ini adalah setelah ada kesulitan pasti ada kemudahan, setiap ada tanjakan pasti ada turunan, ada integral ada juga differensial-jadi inget kalkulus.

Sampe di camp, masak-masak dulu, makan siang lalu turun. Jangan harap ada menu rumahan, nasi + mie + sosis cukup menjadi hidangan terakhir di merbabu. Meski sederhana, nikmatnya begitu terasa, disamping karena laper dan nggak ada makanan lain. Mungkin manusia harus menderita dulu buat tahu apa namanya nikmat.Selesai makan, bongkar tenda, packing, dan tidak lupa sampah juga kami bawa, kami kembali ke basecamp.

Pas turun di dekat bukit selo, banyak pemandangan yang tidak enak dipandang buat para jomblo. Disana ketemu sepasang pendaki yang juga baru turun, si cewek kakinya kram, berjalan tertatih tatih sambil ujan-ujanan. Cowoknya jalan duluan didepan, tapi sambil bawain cariernya sih. Tapi tetep aja kasian si mbak-mbak ini, kami berinisiatif buat ngasih ponco cadangan, meski ponco plastic murahan semuga cukup melindungi mbaknya dari dinginnya air hujan. Semoga langgeng ya mbak, nggak Cuma naik gunung bareng, naik pelaminan juga bareng.

Kami terus jalan, ketemu lagi sama pasangan yang sama menyedihkannya seperti tadi, kali ini lebih parah. Tadinya jalan bareng, payungan bareng, ujan-ujanan bareng, romantisnya. Tapi begitu hujan tambah deras, masnya jalan duluan mbaknya ditinggalin di belakang ujan-ujanan, nggak pake sandal, sambal nenteng sepatu hak tinggi (aku menyebutnya sepatu kuda). Pengennya minjemin sandal ke mbaknya, tapi sayang kami nggak bawa sandal, nemenin jalan bareng nggak apa mbak ya..

Jomblo jangan baper


Adzan asar baru saja selesai berkumandang setibanya kami di basecamp. Kami ngeteh-ngeteh dulu, sama mandi dulu. Aku duduk di depan tungku sambil menikmati the panas, bareng sama pendaki dari Ungaran. Kebeneran, tempat mereka searah dengan jalan pulang kami. Setelah trauma dengan jalan yang kami lewati kesini kami meminta rekomendasi jalan kearah Semarang, mereka merekomendasikan lewat Ampel Boyolali, atau Kota boyolali. Kalau lebih cepet lewat Ampel, tapi jalannya agak rusak, akupun sedikit tau jalan ini, karena berdekatan dengan lokasi pemetaanku di semester ini. Setelah semua beres, kampi pamitan pulang dan langsung berpencar menuju kota masing masing. Aku dan Iqbal ke Tembalang, Dilah dan Tris kembali ke Pogung.

Perjalanan pulang,

Perbaikan janan di Boyolali cukup membuat waktu perjalanan menjadi lebih lama, ditambah dengan kondisi jalan yang berlumpur karena hujan, antrian kendaraan yang panjang, karena hanya satu lajur yang bisa dilewati, kami harus bersabar ditengah hujan deras ini. Entah di saat seperti ini ada saja pikiran melintas, barusaja teringat ada tugas kuliah yang harus dikumpul besok, dan kami belum ngerjain sama sekali, ada ujian juga besok pagi. Oh sepertinya malam ini akan menjadi malam yang panjang.

Hujan masih saja deras, dan malam semakin gulita. Derasnya hujan mengurangi jarak pandang dengan sangat drastis,  aku tidak bisa membedakan lubang jalan dan genangan, jalan lurus atau belok. Benar-benar samasekali tanpa penerangan. Demi keselamatan, kami memutuskan untuk istirahat sejenak sambil makan malam. Untuk menjaga konsentrasi juga menghalau angin tidak bersarang di pencernaan.

Hujan belum juga reda, makanan dan kopi kami sudah tandas semua, menunggu hujan reda sama saja menunggu ketidak pastian, sedangkan masih ada pekerjaan menunggu dikosan. Setelah banyak pertimbangan akhirnya kami menerobos lebatnya hujan dan gelapnya malam.

Memikirkan tugas yang sudah menunggu dikosan membuatku semakin ceroboh, tetap memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi meski tak tau kondisi jalan yang dilalui. Lubang jalan dan genangan air tak ada bedanya, sampai kecerobohan ini nyaris membawa petaka.ban motorku terperosok lubang yang dalam, membuat Iqbal dibelakang terpental dan nyaris terjatuh, sedangkan tepat dibelakang ada truk pembawa pasir dengan jarak yang tak terlalu jauh. Suara klakson terdengar keras sebagai peringatan akan terjadi tabrakan, tapi untung kami langsung bisa mendapatkan keseimbangan dan terhindar dari kecelakaan. Dari hal ini kami semakin sadar, pemahaman medan selama perjalanan itu sangat penting. Demi keselamatan karena kami tak hafal medan, kami memilih membuntuti truk, sepertinya mereka juga menuju Semarang.

Setelah berjalan dibawah ketidaktahuan akhirnya kami menemukan peradaban, jalanan ini berujung di jalan raya Salatiga-Boyolali. Aku hafal jalan ini dan mulai percaya diri untuk memacu motor di kecepatan tinggi, sedikit ugal-ugalan dijalan berakibat kami kejar-kejaran sama mobil mewah yang sama ugal-ugalannya. Aku membencinya karena dia ugal-ugalan, dan sepertinya mereka juga benci kami yang juga ugal-ugalan. Saling balap ini berakhir pada kemacetan, dia terjebak dan semakin tertinggal jauh dibelakang.


22.00 WIB- Tembalang


Alhamdulillah, setelah perjalanan panjang nan menegangkan kami tiba di Tembalang. Meski lelah, malam ini kami harus begadang menyelesaikan kewajiban yang sempat di tinggalkan. Inilah konsekuensi yang harus kami terima.

Jenuh kuliah - Pendakian Merbabu part 1

Bosen sama rutinitas kuliah yang gitu-gitu aja, ditambah dengan stress harus menyelesaikan tugas kuliah, laporan dan praktikum yang begitu membebani. Disemester ganjil seperti ini kuliah memang terasa cukup berat, buat kamu yang anak teknik pasti tau sendiri gimana “nerakanya” semester ganjil. Buat mengusir kejenuhan kuliah sesekali meluangkan waktu buat refreshing boleh lah. Singkat cerita pas lagi suntuk-suntuknya sama perkuliahan ada yang ngajakin naik gunung. Kebeneran banget lagi butuh refreshing. Langsung aja gass ga pake basabasi.
Awalnya ada 8 orang yang mau ikutan naik gunung, tapi satupersatu berguguran karena alasan ini dan itu. Padahal mereka yang ngajakin dan mereka juga yang milih tanggal. Bilang ja ga niat dari awal gausah PHP-in. Tapi meski rencana mau naik gunung hampir jadi wacana tapi akhirnya tetep jadi juga. Tinggal tersisa 2 orang, 2 dari Semarang dan sisanya dari Jogja. Dengan jumlah cowok dan cewek yang seimbang, Semoga nggak terlalu repot nantinya, ngajakin cewk buat naik gunung itu kadang memang menjadi penyemangat dan kadang juga menjadi beban.
Dua orang yang dari Jogja itu semuanya cewek, yang satu temen SMa yang satunya entah siapa. Dua orang yang dari semarang itu aku sendiri dan temen sejurusanku. Ngomong-ngomong soal jurusan, pendakian kali ini cukup menarik soalnya jurusanku dan jurusan mereka yang dari Jogja merupakan jurusan yang saling berhubungan. Seperti kakak adik gitu mungkin. Aku dari geologi dan mereka dari geofisika.
Sebelum melakukan pendakian, seperti biasa persiapan dulu, mulai dari logistik, pakaian ganti, jaket, ponco cadangan, camping set, sampe P3K. nggak lupa juga cek ramalan cuaca pas hari H pendakian, untuk mengecek ramalan cuaca ini sekarang gampang kok cukup liat di website aja, tentukan hari dan lokasi, kalo mau detail cek juga ramalan tiap jamnya. Dari website freemeteo ternyata pas hari H cuacanya kurang bersahabat untuk pendakian, hujan sepanjang hari. Tapi apa boleh buat udah terlanjur buat janji ya lanjut aja. Meski beresiko, untuk antisipasi, persiapan yang mendetail wajib dilakukan demi kelancaran pendakian.
Hujan buatku nggak terlalu masalah buat pendakian selama sudah mengantisipasinya dengan baik, dengan ramalan cuaca seperti itu semuanya dipersiapkan dengan detail dan mungkin sedikit berlebihan. Sampe barang sekecil peniti pun dibawa. Namanya juga jaga-jaga buat keamanan dan kenyamanan selama pendakian. Bungkus barang bawaan dengan kantong tahan air juga penting, biar nggak sia-sia udah bawa bawaan banyak tapi nggak berguna. Rasanya agak berlebihan memang, tapi itu semua biar nggak kedinginan nanti pas diatas.
Hari H, dari semarang sengaja berangkat pagi biar nggak keujanan, soalnya berdasarkan ramalan cuaca, jam 10-11 disana sudah hujan. Dan ternyata ramalannya bener, Jam 10 baru masuk wilayah Kabupaten Boyolali, langit sudah mendung. Biar pas nyampe basecamp nggak keujanan, kami putuskan untuk mencari jalur tersingkat menggunakan Google Maps.
Kamipun berhasil menemukan rute tersingkat menuju Selo, basecamp pendakian yang kami pilih. Tapi ternyata menggunakan google maps bukan pilihan yang bijak. Rute yang kami lewati sangat asing, masuk perkampungan, leat bukit-bukit yang naik turun ditambah jalan yang seperti sungai surut. Kamipun menyesal sudah percaya begitusaja dengan Google Maps, jika diukur jaraknya secara geografis memang terlihat jauh lebih singkat daripada harus lewat Ampel ataupun lewat Kota Boyolali.
Saran, jangan percaya begitu saja dengan kemudahan Google maps, Google Maps yanya mengetahui rute tersingkat tapi tidak mengetahui bagaimana kondisi medan, estimasi waktu yang diperkirakan juga hanya estimasi tanpa memperhatikan parameter kemacetan, kondisi jalan, dan ramainya laluintas.
Rintangan tak hanya sebatas itu, motorku juga mengalami sedikit trouble, setelan suspense belakang yang di setting untuk satu orang atau dua orang tanpa beban tambahan ( terlalu empuk) mengakibatkan ban belakang beradu dengan bodi motor. Melewati medan berbatu seperti itu dan setelan suspense yang empuk sudah mutlak arm belakang motor bakal berayun bebas sampai keluar orbitnya. Sebagi pencegahan untuk dampak yang lebih fatal terpaksa beban belakang dikurangi (yang bonceng turun, jalan kaki) sambal cari rute yang mungkin lebih baik dengan nanya-nanya ke warga local. Tapi sialnya rute ini hanya satu-satunya, kalau mau yang lebih baik harus putar balik. Yang sedikit melegakan, sebentar lagi jalannya udah bagus didepan. Cukup melegakan, tapi medan semakin berat. Berhubung sudah terlanjur mau gimana lagi tetep lanjut, mutar balik juga bukan pilihan yang baik.
Setelah melakukan perjalanan dengan jarak singkat namun terasa sangat jauh akhirnya kami tiba di Selo.   Sebelum ke basecamp kita janjian dulu di sebuah masjid di samping polsek Selo, sengaja janjian di tempat ini biar nggak ribet, biar kalo ada logistic yang kurang bisa di beli di pasar atau toko dulu. Pas nyampe di lokasi janjian trnyata mereka udah nyampe duluan, wajar memang secara Jogja - Selo lebih deket dan lebih mudah di akses daripada Semarang Selo.
Abis sholat dzuhur kami langsung menuju ke basecamp pendakian, ternyata Selo ada jalur baru, setelah berdiskusi sebentar kami memutuskan untuk mencoba jalur baru. Karena jalur lama cukup membosankan untukku. Lokasi basecamp baru dan basecamp lama tidak terlalu jauh. Jalur basecamp ini sebenarnya searah dengan jalur ke bukit Selo. Setelah registrasi, sedikit pemanasan dan berdoa kami langsung gass aja.
Kalo dari tracknya sebenernya nggak terlalu beda jauh dengan track selo yang jalur lama, tapi katanya disini lebi singkat. Awal traking disuguhi oleh pemandangan lembah merapi merbabu yang cukup indah, kanan kirinya pperkebunan tembakau, dari sini kecamatan selo terlihat dengan jelas. Sedikit berbeda dengan jalur lama yang baru masuk langsung disuguhi hutan pinus. Kalo disuruh milih aku lebih suka trak yang hutan pinus soalnya lebih adem dan menenangkan.
Pas kami kesana kebeneran pas ada acara gasstrak nasional jadi gak ramai degan motor-motor cross yang bikin ngiri. Kami juga harus menepi ketika para crosser melintas, cukup merepotkan memang tapi taka pa demi kenyamanan bersama.
Dari basecamp tracknya naik-naik terus, kondisi jalan juga berubah dari jalan beton menjadi jalan tanah. Kabut mulai turun ketika baru sampe di Bukit Selo, turunyya kabut biasanya pertanda akan hujan. Berhubung belum hujan jadi tetep lanjut. Hujan tiba tiba datang dengan deras setelah beberapa meter memasuki hutan pinus. Ramalan cuacanya tepat, di atas jam 12, Selo akan diguyur hujan. Tidak masalah dengan hujan, aku sudah mempersiapkan diri ketika menghadapinya.
Aku dan temenku dari semarang tidak terlalu kwalahan dengan datangnya hujan. Tapi temen baru yang barusaja kami kenal cukup kwalahan menghadapi hujan, maklum ini mungkin pendakian pertamanya. Dia salah bawa ponco, yang dia bawa ponco motor model baju, memang akan melindungi diri dari hujan, tapi bagaimana dengan barang bawaan. Cover bag takkan cukup melindungi barang bawaan. Untung saja aku bawa ponco cadangan buat melindungi carier yang dia bawa. Problem solved.
Karena hujan trlalu deras kami memutuskan untuk intirahat dulu, sambil menunggu hujan agak reda. Kami membuat bifak darurat menggunakan ponco, sambal menikmai biscuit dan memper akrab suasana. Daritadi jalan dan sedikit ngobrol-ngobrol sebenernya kami belum terlalu kenal dengan anggota baru ini.
Oh ya belum dikenalin, temenku yang dari Semarang namanya Iqbal, meski badannya kecil tapi ototnya otot kuli. Kalo dikasih barang bawaan yang berlebih nggak masalah buat dia ha.ha
Temen SMA ku yang dari Jogja namanya Dilah, meski badannya kecil tapi otaknya besar.
Temennya Dilah namanya Tris, meski baru pertama muncak bareng tapi sepertinya dia cukup tangguh.
kiri ke kanan. Dilah, Iqbal, Tris


Hujan agak mereda, kemudian kami melanjutkan perjalanan. Medan yang dilalui semakin berat, jalan tanah berpasir, kadang berlumpur, sering juga harus merangkak melewati tanjakan-tanjakan curam yang licin terkena air. Rasanya kaki semakin berat untuk melangkah, beban yang dibawa dipindak juga terasa semakin berat. Namun ternyata si Tris yang keliatan baru pertama naik gunung memiliki fisik yang kuat. Ketika yang lain kelahan dia masih jalan terus dan memimpin perjalanan. Si Dilah yang dulu pas naik Sumbing fisiknya cukup kuat ternyata dia tak sekuat waktu itu, berkali kali minta istirahat. Begitupun aku, gara-gara udah jarang olahraga fisik jadi semakin lemah.

Iqbal : gass gan...

Oh ya belum dikenalin, temenku yang dari semarang namanya Iqbal, temen SMA ku yang dari jogja namanya dilah dan temennya namanya tris. Aku Iqbal dan dilah sebenernya pernah mendaki bareng dan sudah saling kenal. Tapi buat tris karena dia orang baru kalo ngobrol kadang kurang nyambung.
Hujan agak mereda, kemudian kami melanjutkan perjalanan.medan yang dilalui semakin berat, jalan tanah yang naik cukup berat untuk dilewati dengan membawa beban berat. Namun ternyata si tris yang keliatan baru pertama naik gunung memiliki fisik yang kuat. Ketika yang lain kelahan dia masih jalan terus dan memimpin perjalanan. Si dilah yang dulu pas daki sumbing fisiknya cukup kuat ternyata dia tak sekuat waktu itu, berkali kali minta istirahat. Ya nggak apa sih daripada dipaksakan nanti malah merepotkan.
Hujan terus menemani sampai lokasi camp yang berada di padang edelweiss sebelum watuprau. Lokasi camp ini pemandangannya cukup bagus dan ideal. Soalnya pohon edelweisnya tidak terlalu tinggi dan juga tidak terlalu rapat. Sehingga kami bisa mendirikan tenda di sela-sela pepohonan untuk berlindung dari angin gunung yang dingin.selesai bangun tenda hujan reda, menyisakan kabut tipis nan lembut. Meski dingin tapi senja di tempai ini tak boleh dilewatkan begitu saja. 


Senja di kala itu
Tenda kami, dibawah naungan Bunga Abadi
Si Edelweiss yang mempesona, istimewa namun tidak boleh memetiknya
Tracklog nya
Statistik pendakian, maapkeun jalan sama berhenti lama berhentinya

Untuk cerita selanjutnya nanti lanjut di part 2, udah hampir jam 1 malem mau bobo dulu. 

Manajemen Perjalanan Saat mendaki Gunung

 Pernah nggak sih melakukan pendakian gunung dengan target puncak tapi malah nggak nyampe puncak?. Padahal udah ngebet pengen ke puncak, pengen tau gimana rasanya di salah satu titik tertinggi di bumi ini tapi apa daya, waktu sudah terlalu larut untuk menggapai puncak. Pengen naik, masih kuat nyampe puncak tapi temen seperjalanan sudah tidak sanggup lagi, jadi apa daya ke puncak gagal juga.

Sebenarnya mau nyampe puncak atau enggak, itu bergantung sama manajemen perjalanan dan cuaca. Dengan me-manage perjalanan, titik awal yang ingin di tuju dapat di capai sesuai rencana loh.. dalam hal ini cuaca juga harus mendukung tapi. Berikut adalah beberapa tips mengenai manajemen perjalanan saat mendaki gunung.


orang yang tahu jalan dan tau medan letakkan di depan


orang pertama ini lah yang memiliki tugas mengarahkan dan memilih jalan agar tidak salah jalan dan tidak tersesat. Sebaiknya ketika melakukan pilih orang yang sudah pernah naik gunung yang di daki setidaknya sekali sebagai penunjuk jalan. Karena pengalaman pendakiannya lebih berharga daripada peta yang di bawa. Karena di peta tidak selalu memberikan keterangan mengenai medan atau kondisi daerah sekitar yang akan di lalui. Orang yang sudah mengenali medan akan lebih mudah mengarahkan bila terjadi sesuatu, misalnya tiba-tiba terjadi badai dan terpaksa harus mendirikan tenda, orang pertama akan lebih mudah mengarahkan untuk mencari daerah landai yang bisa digunakan untuk mendirikan tenda agar selamat dari badai. Meskipun sebenarnya di peta sudah terdapat kontur yang bisa mengindikasikan daerah yang landai dan curam, tetapi seringkali daerah landai yang bisa dijadikan tempat camp cakupan wilayahnya tidak terlalu luas sehingga tidak tercover di peta.


Selain harus sudah mengenali medan orang pertama juga harus memiliki kemampuan untuk membaca peta dan membaca medan agar tahu dimana posisinya di peta. Tanggung jawab orang pertama ini sangatlah besar untuk tim nya, karena jika dia salah mengambil jalan maka satu timnya juga akan salah. Yang tidak kalah penting, orang pertama juga harus mempunyai kemampuan motivasi yang baik bagi rekan se tim nya, karena yang depan seringkali di jadikan cerminan bagi rekan di belakangnya. Kalau yang depan aja udah lemes, yang belakang juga bakalan ketularan.


Hal yang harus di perhatikan, jika orang pertama memiliki kekuatan fisik yang kuat jangan pernah tinggalkan teman di belakangnya. Karena naik gunung itu naik bareng-bareng bukan sendiri, jadi buanglah egonya. Ada quote dari para pendaki gunung nih
if you want go fast go alone, if you want go far go together
kalimat ini mempunyai makna yang dalam bagi para pendaki, ketika pergi sendiri terus capek, tidak ada teman yang menguatkan. Tapi ketika pergi bareng-bareng akan ada teman yang bisa menguatkan meski sama-sama capek.

orang yang kuat fisiknya sebaiknya membawa beban sesuai porsinya

ketika naik gunung seringkali males bawa beban yang berat, pengennya bawa yang ringan, pokoknya pengen enaknya aja. Harusnya yang punya fisik kuat bawa beban yang sesuai kekuatan fisiknya. Seandainya kecapekkan juga bisa gantian sama temen yang lain yang masih kuat. Tapi ingat juga kalau ada temen yang sisiknya kuat jangan juga di suruh semua barang yang berat-berat, lema-lama kan capek juga.

orang yang kurang kuat secara fisik posisikan di tengah

Tujuan dari penempatannya di tengah agar mudah di awasi jika terjadi sesuatu, misal kecapekkan, kram, atau bahkan pingsan bisa mudah di tangani. Sebaiknya orang yang mempunyai fisik ceperti ini jangan membawa beban terlalu berat, setidaknya cukup bawa perlengkapan pribadinya aja. Tapi juga harus tau diri kalo udah di kasih barang bawaan yang ringan harus kuat dan bisa jaga diri jangan sampai menjadi beban teman yang lainnya.

Sebaiknya sebelum melakukan pendakian dilakukan pendataan juga riwayat penyakit yang pernah di derita dan mungkin akan kambuh lagi. Jarang pendaki yang melakukan hal seperti ini meski sebenarnya penting. Soalnya kalo tau penyakitnya apa bisa langsung di tangani dengan penanganan yang tepat, bisa juga dicarikan obatnya. Oh iya buat yang sakit juga jangan lupa bawa obat buat penyakitnya sendiri. Meski tidak di harapkan kambuh tapi buat jaga jaga dan demi keselamatan juga.

yang bawa logistik dan obat-obatan posisikan di tengah di dekat yang sakit

untuk memudahkan perlu nih orang yang membawa obat-obatan, terutama untuk permasalahan yang sering di alami pendaki seperti kram, terkilir dan gangguan otot lainnya. Sebaiknya semua pendaki mempersiapkan obatnya sendiri-sendiri sih, tapi untuk penyakit yang umum di derita seperti yang sudah di sebutkan tadi sebaiknya di serahkan se salah satu orang saja. Orang yang di pilih juga harus mempunyai kemampuan untuk menangani gangguan-gangguan tadi. Tujuannya sih biar mempermudah saat penanganan, sehingga perjalanan dapat berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan yang berarti. Satu lagi sebaiknya orang yang jadi petugas medis ini adalah orang yang cekatan.


Yang membawa logistik juga sebaiknya jangan jauh-jauh dari orang yang berpotensi untuk sakit, soalnya seringkali orang yang sakit di picu oleh tubuh yang sudah mulai lelah. Untuk recoverynya bisa bikin minuman anget atau makan makanan ringan dulu. Istirahat sebentar tidak masalah daripada rencananya gagal gara-gara ada yang sakit. Untuk orang yang bawa logistik sebaiknya orang yang punya fisik kuat. Bahan makanan dan air seringkali menjadi beban utama saat pendakian.

Pilih orang yang paling berisik di belakang

kenapa orang yang paling berisik di taruh di belakang, supaya kalau terjadi apa-apa yang paling depan bisa dengar. Fungsi orang terakhir ini adalah untuk mengkomunikasikan hal-hal apa saja yang terjadi, misalnya ada yang terkilir, butuh istirahat dan sebagainya.

Manajemen istirahat

point penting ketika melakukan pendakian adalah jangan istirahat terlalu lama, soalnya kalau udah duduk-duduk enak sambil minum atau makan bawaannya jadi males jalan lagi. Istirahatlah sekedarnya, gunakan waktu istirahat untuk mengatur nafas dan minum saja. Karena istirahat yang sesungguhnya itu pada saat camp. Berlama-lama istirahat di jalan sama saja dengan menunda tidur di camp. Atur waktu jalan dan waktu istirahat, misalnya jalan 15 menit kemudian istirahat 5 menit. Jangan sebaliknya jalan 5 menit istirahatnya 15 menit.

tetapkan target 

target ini lah yang akan menjadi motivator, jangan pernah bilang kalau target masih jauh, bilang saja target udah di depan. Meskipun sebenarnya masih jauh juga. Ada hal yang unik dari pikiran manusia, ketika pikiran manusia dipenuhi oleh pemikiran negatif misalnya dengan banyak ngeluh tubuh akan terasa mudah lelah. Namun sebaliknya jika pikiran dipenuhi oleh sugesti positif tubuh tidak akan mudah lelah. Pemilihan target juga harus disesuaikan dengan kondisi cuaca dan keadaan lainnya, misalnya jika ada salah seorang yang pingsan, ubahlah target awal tadi. Buatlah target baru. 

Buatlah teamwork yang solid 

pendakianadalah sebuah kerjasama team, dimana setiap anggota memiliki fungsi dan peranan masing masing. Dalam sebuah teamwork dibutuhkan seorang pemimpin agar fungsi dari setiap anggota team dapat tersinkronasi dengan baik. Pilihlah seseorang yang memiliki jiwa kepemimpinan, dalam hal ini pilih orang yang disiplin, kuat dan memiliki kepedulain yang tinggi. Pemimpin ini juga harus bisa menjadi penengah yang baik jika terjadi pertengkaran selama pendakian. Karena hal ini sangat mungkin terjadi, ketika tubuh sudah lelah bawaannya jadi emosi.

Jangan pernah tinggalin temen

ini yang paling penting dalam teamwork, banyak pendaki yang meninggal gara-gara tertinggal oleh rombongannya. Apapun yang terjadi, meski dia sangat merepotkan dan menjadi beban jangan pernah tinggalkan dia. Naik bareng harus turun bareng juga dengan selamat. Belum lama ketika saya mendaki gunung sumbing saya baru tau kabar bahwa ada salah seorang pendaki yang meninggal. Setelah di usut ternyata pendaki tersebut tertinggal rombongan, entah nggak tau jelasnya tertinggal atau di tinggal. Dan sialnya lagi dia tidak membawa bekal apapun, beberapa hari kemudian dia sudah ditemukan membusuk di jurang.








Alasan Kenapa Orang mau capek-capek mendaki gunung

Ketika ditanya kenapa orang mau capek-capek naik gunung sebenarnya jawaban yang paling bagus menurut saya adalah rasakan saja sensasinya. :). Naik gunung itu tidak sembarangan butuh persiapan, perjuangan, dan pengorbanan. Harus mau bersusah payah melawan dingin, melampaui batasan fisik, meluangkan waktu, mengeluarkan uang, dan bahkan berani bertaruh nyawa menghadapi bahaya yang mungkin saja terjadi di luar sana.




Di atas gunung bisa membuka mata bahwa betapa kecilnya dirimu mu di dunia ini

Jelas!, dari atas gunung kamu bisa membandingkan seberapa besar dirimu dibandingkan dengan dunia yang begitu besar dan luas ini. Dengan membandingkan tinggimu yang tidak lebih dari 3 meter dibandingkan dengan gunung yang tingginya bisa sampai beberapa ribu meter akan semakin membuatmu sadar betapa kecilnya dirimu. Dengan menyadari betapa kecilnya dirimu dibandingkan dengan dunia ini akan membuatmu semakin sadar betapa kecil dan tidak berdayanya dirimu terhadap Tuhan yang telah menciptakan dunia dan seisinya yang sudah di atur sedemikian rupa dengan penuh keseimbangan dan ketelitian.

Bagi kamu yang masih percaya dengan Tuhan, kamu bisa menambah tingkat keimananmu disini. Dengan melihat secara langsung ciptaanNya kamu bisa renungkan kenapa Tuhan menciptakan semua ini, kenapa Tuhan menciptakan gunung,

Segala halangan dan rintangan yang dilalui bisa tahu karakter asli temenmu

Beberapa orang di sekitarmu hidup di balik topeng, namun ketika kamu dengan temenmu naik gunung bareng kamu akan tau bagaimana wajah asli temenmu. Segala permasalahan yang di hadapi ketika naik gunung semua topeng yang di pakai akan terbongkar, akan larut oleh keringat yang mengucur, akan terbang terbawa angin gunung, akan hancur ketika melawan beratnya medan. Semua hal mengenai kepribadian seseorang, apakah dia baik atau buruk dapat kamu nilai sendiri di atas gunung. Kamu bisa tau mana yang egois, mana yang care dan berani berkorban, semuanya dapat kamu nilai sendiri. Ketika kamu ingin mencari siapa orang yang bisa di jadikan orang spesial di hidupmu, mungkin dengan mengajaknya mendaki kamu bisa menilai sendiri apakah orang yang kamu pilih adalah orang yang pas atau tidak. Dengan begitu kamu bisa memilih orang yang tepat, orang yang kamu cari selama ini. Atau setidaknya jamu bisa tau mana teman sejati dan mana teman yang sekedar teman.

Kamu bisa tahu batasan dirimu


naik gunung itu butuh yang namanya perjuangan, pendaki yang kuat tidak selalu sampai puncak tapi pendaki yang tangguh pasti bisa mencapai puncak. Pendaki yang angguh adalah pendaki yang mampu melampaui batasan dirinya, mampu melampaui batasan fisik yang dia miliki, bermental baja untuk menggapai tujuan. Meski berat, meski lelah tapi mempunyai tekad yang kuat untuk mengalahkan dirinya sendiri.

Kamu bisa tahu betapa pentingnya teamwork


teamwork sangat berarti saat melakukan pendakian, disini akan terlihat mana pemimpin yang baik dan mana pemimpin yang buruk. Pemimpin tidaklah harus memimpin sebuah team, namun setidaknya dia mampu untuk memimpin dirinya sendiri untuk tidak banyak mengeluh dan menjadi beban orang lain. Pendakian tanpa teamwork akan kacau, setiap anggota tim mempunyai peranan masing masing. Ada yang bertugas untuk mendirikan tenda, masak, dan sebagainya. Teamwork akan sangat terasa ketika mendirikan tenda, meskipun sebenarnya bisa mendirikan tenda sorang diri namun buat apa membawa banyak orang tapi tidak ada gunanya. Disini sangat diperlukan seorang pemimpin, setidaknya orang yang tau bagaimana caranya mendirikan tenda dan mengarahkan orang lain yang kurang begitu paham untuk mendirikan tenda agar bisa mendirikan tenda bersama.

Dari atas gunung bisa melihat betapa indahnya dunia


Menurut saya, para pendaki gunung adalah salah satu orang yang beruntung, bisa melihat betapa indahnya dunia ini. Karena tidak semua orang memiliki kesempatan dan kekuatan untuk bisa melihat alam yang begitu indah yang telah Tuhan ciptakan. Selagi masih punya kekuatan dan kesempatan, pergilah sejauh mungkin dari rumah untuk mencari nilai-nilai kehidupan yang begitu berarti atau hanya sekedar untuk menikmati keindahan dunia ini. Sungguh sayang orang yang hidupnya hanya mondar mandir di sekitar rumah, padahal Tuhan telah menciptakan gunung dan lautan untuk manusia. Meski naik gunung itu melelahkan tapi kamu bisa melihat kumpulan awan dibawah kakimu, bisa melihat indahnya lampu kota di malam hari di bawah sana. Bisa menikmati indah dan wanginya bunga edelweiss di habitatnya yang memang hanya bisa tumbuh di dataran tinggi. Itu adalah kesempatan yang langka, yang belum tentu bisa datang seumur hidup sekali.

Setiap langkah akan terasa begitu berharga

ketika semakin mendekati puncak, langkah kaki akan terasa begitu berat dan setiap langkah akan terasa berharga. Inilah yang disebut dengan langkah0langkah perjuangan, jangan oerhnah sia-siakan setiap langkah ini. Meski berat dan pengennya nyerah aja tapi perjalanan yang sudah dilakukan sejauh ini bukanlah untuk menyerah, namun untuk membentuk pribadi yang gigih yang tangguh dan oantang menyerah meski setiap langka terasa begtiu berat dan begitu sulit. Orang yang bisa menginjakkan kakiknya di puncak hanyalah orang-orang yang mempunyai semangat juang yang tinggi. Esensinya jika di terapkan di kehidupan sehari-hari adalah ketika kita menginginkan sesuatu kita harus terus berjuang, berusaha meski keadaan semakin sulit.




Mungkin itu, semoga bermanfaat. Jika ada saran ataupun kritik atau juga ingin bercerita mengenai pengalaman pendakian yang pernah di lakukan silahkan tuliskan di kolom kometar. :)

Tips TRAVELLING buat Lone Traveller


Traveling itu tidak harus selalu bersama dengan teman, kadang traveling sendiri itu perlu untuk membuatmu berkembang menjadi pribadi yang lebih baik. Kenapa? Mungkin terlalu banyak alasan kenapa traveling sendirian dan menjadi lone traveler bisa mengubah cara pandang dalam hidupmu. Karena traveling sendirian jadi mau tidak mau kamu harus bisa mengatasi setiap masalah yang kamu hadapi selama menjelajahi dunia luar. Rentetan permasalahan yang kamu hadapi selama di perjalanan ini lah yang akan menempamu menjadi pribadi yang lebih baik.

# Destinasi

pilih tujuanmu
gambar dari paul-altobelli.com

Destinasi merupakan hal yang paling penting untuk dipertimbangkan untuk traveling. Tentu saja destinasi yang kamu tuju harus sesuai dengan kemampuan finansial, keperluanmu, dan waktu yang kamu miliki. Jika kamu merasa sangat jenuh dengan keseharianmu yang begitu monoton dan begitu berat untuk kamu lalui, jika kamu sangat jenuh dengan hiruk-pikuk perkotaan yang bengitu melelahkan. Maka pilihlah destinasi yang bisa membawamu pergi dari suasana perkotaan yang sangat mengekang. Dengan latar belakang seperti ini mungkin tempat terbaik yang kamu tuju adalah tempat-tempat yang bisa membawa ketenangan jiwa, seperti tempat dengan pemandangan alam yang indah atau pedesaan yang begitu tentram dan tenang. Jauh dari kebisingan suara kendaraan yang lalu lalang seperti di perkotaan. 

dingin dan sejuknya udara di gunung serta pemandangan gugusan awan yang ada di bawahnya bisa mungkin bisa membuatmu rileks.

suara deburan ombak dan hembusan angin mungkin bisa menenangkan pikiranmu

Objek yang bisa kamu tuju adalah pantai ataupun gunung, tergantung selera dan kemampuan fisikmu. Jika kamu suka pantai, pergilah kepantai, jika kamu suka di gunung maka pergilah ke gunung. Tapi ingat jangan paksakan kondisi fisikmu, jika kamu suka gunung dan pengen ke gunung tapi kondisi fisikmu tidak memungkinkan ya jangan paksakan pergi ke gunung. Karena dengan melakukan pemaksaan terhadap fisikmu, karena bisa jadi pilihan travelingmu justru tidak akan membuatmu lebih baik malah petaka yang menghampirimu. Niatnya mau bersenang-senang malah sakit yang kamu dapat di perjalanan. Kalau sudah begini travelingmu bisa dibilang sia-sia. Ingat, saat melakukan traveling sendiri, kamu benar-benar sendirian. Kamu akan menjadi orang asing di lingkukan yang asing bagimu. Kamu tidak bisa selalu mengandalkan kebaikan dari orang lain, kamu harus bisa menangani permasalahan yang kamu hadapi di lingkunganmu yang baru.
Setelah menentukan daerah yang ingin kamu tuju, tentukan juga tempat-tempat mana yang akan kamu kunjungi. Supaya waktu yang kamu miliki bisa efisien untuk mengeksplor daerah yang kamu kunjungi. jangan malu bertanya kepada teman atau orang lain yang pernah berkunjung ke daerah yang kamu tuju untuk mendapatkan rekomendasi tempat yang harus dikunjungi dari mereka.

# packing

Setelah kamu sudah menentukan tujuan, hal selanjutnya yang harus kamu periapkan adalah packing. Banyak orang yang terlalu alay ketika packing, barang-barang yang tidak penting banyak yang dibawa. Kalau memang tidak penting ya tidak udah dibawa. Hanya akan memperberat tas yang kamu bawa. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam packing adalah estimasi waktu, kegiatan yang ingin di lakukan, jenis tas, dan kebutuhan yang perlu di bawa.
Ketika kamu merencanakan traveling dalam waktu yang tidak terlalu lama maka sesuaikan perbekalalan yang akan dibawa. Jangan membawa terlalu banyak pakaian aksesoris yang tidak terlalu penting. Bawalah perbekalan yang sekiranya kamu butuhkan karena efisiensi dalam packing akan mempermudahmu dalam melakukan mobilitas, karena beban yang kamu bawa tidak terlalu berat.
recomended banget buat traveller,
kalo ini tas yang sudah menemani saya berpergian

Dalam melakukan packing, perhatikan pemilihan tas. Sangat disarankan ketika melakukan traveling gunakanlah tas carier. Karena tas ini memang di design buat para traveler. Kelebihannya yaitu di tas ini banyak terdapat kantong-kantong kecil yang cocok untuk meletakkan barang-barang kecil yang sering dibutuhkan di perjalanan seperti obat-obatan, baterai, tongsis ataupun yang lainnya. Pada tas memikliki ruang penyimpanan utama yang sangat besar dan dibuat memang untuk membawa banyak barang. Dengan menggunakan tas ini juga tidak perlu harus mengeluarkan seisi tas jika ingin mengambil barang yang letaknya di bawah. Tas jenis ini biasanya memiliki bukaan samping atau di bawah yang fungsinya memudahkan penggunanya ketika ingin mengambil barang yang letaknya di bawah atu di tengah.
Tips packing
1.       Siapkan tas dan longgarkan semua tali temalinya
2.       Letakkan barang yang jarang digunakan, ringan, dan memiliki volume paling besar. Misalnya alat mandi, handuk, selimut, atau pakaian kotor. Tergantung barang yang kamu bawa
3.       Letakkan baju ganti di tengah
4.       Letakkan barang yang paling berat di paling atas. Tujuannya adalah barang yang paling berat berada di dekat pusat beban agar tulang punggung tidak terlalu terbebani.
5.       Manfaatkan kantong-kantong samping sebagai tempat aksesoris dan perlengkapan lain. Misalnya headset, buku, peta, tongsis, baterai, obat atau tergantung barang yang kamu bawa.
6.       Manfaatkan bagian head untuk menyimpan jas hujan atau cover bag. Pada bagian head biasanya ada dua kantong. Manfaatkan bagian bawah untuk jas hujan dan bagian atas untuk menaruh makanan kecil.
7.       Jangan lupa bawa tas kecil sebagai tempat camera, handpone atau dompet. Ini untuk memudahkan akses ketika mengambilnya.
8.       Ingat. Setiap barang bawaan yang masuk kedalam tas usahakan dilipat hingga volumenya sekecil mungkin.

#susun Jadwal kegiatan

Penyusunan jadwal kegiatan dan tempat mana yang akan di kunjungi sangat penting agar tidak ada waktu yang terbuang sia-sia. Buatlah jadwal kapan kamu harus bangun, jalan-jalan dan tidur. Secara tidak langsung jadwal juga akan mensugesti pikiranmu agar selalu on time. Tapi semua tergantung selera, ada orang yang suka kegiatannya terjadwal dengan rapi namun ada juga yang lebih suka melakukan hal secara spontanitas tanpa harus terjadwal.
Untuk hari pertama ketika sampai di tempat tujuan, buatlah jadwal yang agak longgar untuk mengeksplore daerah sekitarmu. Carilah tempat-tempat penting seperti pos polisi, penginapan, atau tempat makan yang endemik.

#cari tempat penginapan

Ketika mencari tempat penginapan, ada banyak pilihan yang bisa kamu pilih. Mau ke hotel, homestay atu kamar sewa. Semua tergantung budget yang tersedia. Dalam mencari tempat penginapan pilihlah tempat yang sekiranya aman dari tindak kriminalitas, jangan pilih tempat yang jauh dari keramaian. Karena biasanya rawan tidakan kriminal. Pilih juga tempat yang memiliki akses transportasi umum yang mudah, ini akan mempermudah dalam mobilitasmu. Terutama bagi kamu yang suka berbergian dengan transportasi umum.
Tapi jika kamu memesan penginapan secara online, plilihlah penginapan yang sekiranya memiliki rating yang bagus. Tapi kalau saya lebih suka mencari penginapan ketika saya baru tiba di lokasi. Karena saya bisa melihat langsung dan bisa sekaligus jalan-jalan untuk mengetahui kondisi daerah yang saya kunjungi. memang ini cukup beresiko ketika di hari itu juga saya tidak mendapatkan penginapan.

#pilih transportasi yang kamu gunakan untuk menuju daerah yang kamu kunjungi

Ada banyak moda transportasi yang bisa kamu gunakan, mau menggungakan trasportasi umum atau kendaraan pribadi terserah. Tergantung bagaimana kondisi daerah yang akan kamu tuju apakah tersedia atau tidak. Saya sangat menyarankan menggunakan kereta api ketika menuju daerah yang ingin kamu tuju, karena selain murah juga tepat waktu. Jadinya jadwal yang kamu susun tidak akan kacau gara-gara estimasi waktu perjalanannya tidak sesuai. Ketika sudah sampai di lokasi tujuan, cobalah menggunakan bahasa lokal untuk mendapatkan trasnportasi menuju penginapan atau untuk mencari informasi penginapan. Ketika menggunakan bahasa lokal, orang lokal biasanya lebih ramah dan jika beruntung, mereka tidak mematok tarif yang tinggi bahkan bisa jadi gratis.
Tapi dari sekian banyak moda transportasi yang ada, saya lebih suka menggunakan kendaraan pribadi. Terutama sepeda motor karena sensasinya yang begitu mengasikkan ketika harus berkendara jauh., bisa lebih leluasa mengeksplore tempat yang ingin saya kunjungi, bahkan tidak hanya tempat yang saya kunjungi, saya juga bisa tau bagaimana keadaan daerah yang saya lewati. Tapi buat yang tidak biasa berkendara jauh menggunakan kendaraan pribadi. Saya sangat tidak menyarankan tips ini.


Saya rasa sekiant tips yang bisa saya bagi, mungkin jika ada saran atu mau berbagi pengalaman mengenai traveling bisa dibagi di kolom komentar. Siapa tau saran atau pengalaman yang kamu berikan bisa jadi tambahan di postingan ini. Terimakasih sudah membaca dan have a nice travel.

Jurney to Dieng #3 Kawah Sikidang


Destinasi selanjutnya adalah kawah sikidang, letak kawah sikidang ini tidak terlalu jauh dari telaga warna, cukup sepuluh menit dengan menggunakan kendaraan (jika tidak macet). Di kawah ini akan ditarik tiket masuk lagi, karena sudah berbeda wilayah administratifnya. Tiket masuknya seharga 10 ribu rupiah sepaket dengan tiket masuk candi Arjuna.
Ketika menuju kawah ini bersiaplah dengan bau belerang yang cukup menyengat jadi sangat disarankan menggunakan masker. Nggak usah khawatir bagi yang nggak bawa masker, banyak kok penjual masker di sini, harganya juga nggak mahal, setara dengan harga di indomaret atau alfamart.
Kepulan asap putih yang berbau belerang siap menyambut kehadiran saya di sini. Di tempat isi cukup ramai dan semrawut dibandingkan dengan di telaga warna. Kesemrawutan ini disebabkan oleh aktivitas jual beli di sini, karena di sini banyak sekali penjual makanan, perak-pernik dan juga aktivitas pengamen. Meski begitu lupakan sejenak kondisi ini, karena tujuan saya ke sini untuk ke kawah sikidang.
Di sekitar kawah sikidang ini terdapat beberapa kawah kecil disekitarnya dan semburan gas kecil yang akan menhiasi perjalanan menuju kawah utama. Perhatikan langkah ketika berjalan di area ini jika tidak ingin terperosok ke dalam kubangan lumpur atau lubang semburan gas. Karena memang banyak sekali semburan gas kecil di sini. Meski tidak terlalu berbahaya namun bisa cukup membuat kaki kotor dan bau belerang.
Setelah berjalan sekitar 7 menit, sampailah di kawah utama. Di sini terlihat kepulan asap putih yang mengepul menjulang tinggi ke atmosfer dengan semburan air mendidih dibawahnya. Air mendidih yang berasal dari dalam bumi terlihat jelas di sini, diluar aja sudah sebegitu panasnya, apalagi di dalam bumi. Itulah ungkapan saya ketika mendekati kawah utama ini. Begitu unik kawah ini yang terbentuk akibat proses geologi yang cukup kompleks dan panjang hingga akhirnya membentuk semburan air panas.
kawahnya men...

Kalo udah Bosen liat-liat kawah, di sini juga bisa menikmati telur rebus yang direbus langsung dikawah. Kalo penasaran bisa coba gimana rasanya, banyak kok penjual telur rebus di sini.
ini bukan lagi mancing tapi lagi rebus telur

 Kalo masih semangat mengeksplore tempat ini dan ingin melihat  yang berbeda, bisa juga menikmati pemandangan dari atas bukit di sebelah kawah. Dari sini bisa dilihat dengan jelas seluruh kompleks wisata kawah sikidang. Banyak juga yang menjadikan tempat ini sebagai tempat untuk befoto, karena memang sudut pandangnya keren.
foto dari kaki bukit
Udah puas foto namun masih semangat jalan-jalan, bisa juga sewa motorcross, rasakan sensasinya mengendarai motor di sekitaran kawah dengan trek yang berbatu. Ingat harus tetep hati-hati biar nggak kecebur ke kawah hehe.
Kalo udah capek, udah puas eksplore tempat ini, di sini terdapat gazebo yang isak dijadikan tempat istirahat, mau makan siang, ngemil, atau sekedar bersantai bisa kok. Namun sayangnya banyak sekali tangan jail yang merusak keindahan tempat ini. Niatnya sih pengen corat-coret sebaga prasasti kalo sudah sampai tempat ini. Namun caranya salah, corat-coret-coret malahan merusak tempat umum. Kesannya justru norak bukan keren.


Udah puas jalan, perut mulai lapar. Tenang saja di sini banyak penjual makanan yang bisa mengusri rasa lapar yang menyerang. Dari sekian penjual makanan saya tertarik dengan kue yang terbuat dari kelapa dan bahan tambahan lainnya entah itu apa, yang jelas rasanya enak. Pas banget ditemani segelas minuman hangat atau carica sambil menikmati pemandangan kawah.
enak nih, cobain aja

Perut kenyang, siap buat eksplore lagi. Dan berlanjut ke #4

Jurney to Dieng #2 Telaga Warna


Jurney to Dieng yang pertama sasarannya adalah telaga warna. Menurut saya tempat ini tempat yang paling indah dan paling ramai dikunjungi oleh wisatawan kalau hari libur panjang tiba. Ya siap-siap aja kalau datang ke sini harus sabar antri parkir sama antri beli tiket masuk.
Telaga warna merupakan sebuah telaga atau danau kecil dengan air yang berwarna kehijauan, dengan warna air yang dapat berubah seiring dengan perubahan kedalaman telaga, intensitas cahaya dan sudut pandang. Dari sudut pandang tertentu air telaga akan berwarna hijau sedangkan dari sudut pandang lain akan berwarna biru. Dari sudut pandang manapun tetep aja indah J.
Sebenarnya warna kehijauan dari air telaga warna ini disebabkan karena kandungan sulfur yang terlarut didalamnya. Secara air telaga warna merupakan air hidrotermal yang terbentuk akibat aktivitas hidrotermal, namun airnya tidak sampai memanas seperti pada kawah sikidang.
Sudut pandang yang paling bagus ditempat ini menurut saya berada di tepian telaga saat pertamakali masuk. Dari sini dapat melihat hampir secara keseluruhan telaga dan pepohonan yang tumbuh disekitar telaga. Indah lah pokoknya. 
salah satu sudut terbaik buat foto

Untuk menikmati suasana telaga terdapat beberapa pilihan. Mau jalan-jalan ke sekitar telaga atau Cuma duduk-duduk aja. Kalo mau jalan-jalan mengelilingi telaga ada dua pilihan jalan, saya sarankan kalau berkunjung ke sini ambil Track yang sebelah kanan ketika pertamakali masuk dari loket utama karena banyak hal yang lebih di dapat daripada mengambil Trac sebelah kiri.
Kalau ambil Trac kanan selain bisa menikmati keindahan telagawarna dari dataran di tengah telaga. Bisa juga menikmati kindahan telaga pengilon yang ada di sebelahnya. Telaga warna dan telaga pengilon memiliki kondisi air yang sangat berbeda. Telaga pengilon memiliki air yang lebih jernih dan di telaga pengilon ini banyak ditumbuhi tumbuhan-tumbuhan rawa ditengahnya. Dalam bahasa Jawa pengilon berarti cermin, ya mungkin nama ini terinpirasi dari airnya yang jernih sehingga dapat bercermin dengannya.
Di antara telaga warna dan telaga pengilon ini terdapat dataran berupa tanah gambut yang ditumbuhi oleh pepohonan. Di dataran ini terdapat beberapa gua dan patung yang dijadikan sebagai tempat ibadah oleh umat hindu Di sana. Jadi jangan heran kalau menemukan kemenyan dan sesajen Di sana. Suasana di data ini sangat tenang, cocok untuk orang yang menginginkan sasana yang tenang untuk melarikan diri dari suasana kota yang sumpek.
salah satu tempat yang dijadikan tempat ibadah warga sekitar

Di sini terdapat beberapa pohon tumbang dan gazebo kecil yang bisa dijadikan  tempat bersantai, atau makan sambil menikmati suasana telaga. Namun ingat kalau makan di sini jangan buang sampah sembarangan ! demi kelestarian dan keindahan telaga ini. Jangan sampai rusak akibat ulah pengunjung yang tidak bertanggungjawab membuang sampah sembarangan.

Di sini selain bisa menikmati keindahan telaga, kalau beruntung bisa juga melihat burung-burung liar yang hidup di sekitar telaga, selain burung ada juga biawak ataupun musang. Tenang saja, mereka nggak bakalan menyerang pengunjung yang datang kok, mereka justru takut dan bersembunyi ketika bertemu dengan manusia. 

Dieng via Kembanglangit is The real adventure

                Kembanglangit merupakan sebuah desa yang berada di kecamatan blado kabupaten batang Jawa tengah. Di desa dilalui jalan yang menuju dataran tinggi Dieng. Sebenarnya untuk menuju dataran tinggi Dieng ada beberapa jalur yang bisa dipilih. Untuk yang ingin menuju Dieng yang berasal dari daerah batang, Pekalongan dan sekitarnya jalan ini seringkali dijadikan pilihan karena pada jalur ini rutenya relatif singkat, memiliki pandangan yang indah, karena pada jalur ini melewati perkebunan pinus Perhutani, kemudian melewati perkebunan teh milik PT Pagilaran, yang paling spesial adalah ketika melewati hutan lindung yang masih benar-benar asri. Banyak sekali pohon-pohon besar yang membuat suasana seolah berada di tengah belantara Amazon, dan pemandangan yang terakhir adalah pemandangan perkebunan sayur milik warga di daerah batur.
                Rute ini dapat dicapai melalui kota batang menuju ke kecamatan bandar dengan jarak tempuh sekitar 15 km, di kecamatan bandar ini umumnya dijadikan tempat transit untuk membeli makanan dan mengisi bahan bakar karena pada daerah ini lah terdapat pombensin terakhir, dlam rute perjalanan selanjutnya sudah tidak ada bom bensin lagi, namun jangan khawatir masih ada tukang bensin eceran yang menyediakan bensin di rute ini. Jika ingin membawa bekal makanan bisa membeli di bandar, di sini banyak toko-toko atau warung yang menjual snack, jajanan pasar dan jenis makanan lainnya yang bisa jadi bekal perjalanan. Mengingat rute perjalanan yang akan dilaui cukup jauh dan cukup menantang.
                Dari Kecamatan bandar selanjutnya menuju ke arah Kambangan, di Kambangan ini terdapat tempat-tempat unik yang bisa dikunjungi seperti oma tani yang ada di desa cepoko, kemudian hutan pinus milik Perhutani yang super keren, kalo pengen ngecamp di sini bisa jadi tempat camp tapi harus jin dulu, jalur yang dilewati mulai agak menanjak dan berkelok-kelok. Bagi yang suka touring jalanan ini sangat menarik, jalannya halus, berliku dan sepi bisa geber-geber gas di sini. Namun tetap ingat keselamatan yang utama.
pinusnya bikin adem bor..

Rute yang akan dilewati adalah jalanan yang mulai rusak namun pada beberapa titik sudah diperbaiki dengan beton, rute ini masih melewati hutan-hutan kemudian melewati jembatan yang cukup tinggi. jembatan ini dinamakan jembatan sebiting. Letak jembatan ini benar-benar tinggi. dari atas jembatan bisa dilihat jurang dibawahnya yang begitu dalam dan ditumbuhi pohon-pohon besar, namun ujungnya tidak sampai ke jembatan. Bisa kepayang seberapa tinggi jembatan ini. Di jembatan ini seringkali menjadi titik buat foto-foto karena memang pemandangannya indah. Namun jangan terlena perjalanan masih cukup jauh.
Daerah yang dilewati selanjutnya adalah daerah perkebunan teh, jangan tanya bagaimana pemandangan di daerah ini, sudah pasti indah. Di daerah ini biasanya dijadikan check point untuk istirahat dan menikmati pemandangan. Di daerah ini terdapat saung-saung milik warga yang bisa dijadikan tempat istirahat, di dekat saung juga terdapat sumber mataair, kalau pengen main dingin-dinginan bisa turun ke sungai. Air di sini sangat jernih dan segar.
kebun teh nya seger,,

Puas menikmati pemandangan dan tenaga sudah kembali pulih saatnya melanjutkan perjalanan. Jalanan yang dilewati mulai lebih menantang. Jalanan ini sangat cocok buat motor Cross, atau motorsport dengan cc kecil. Jalanan berbatu dengan sedikit menanjak semakin menarik dan menantang untuk dilalui bagi pecinta offroad. Jalanan seperti ini harus terus dilalui sampaimelewati hutan lindung. Cukup jalan pelan menikmati pemandangan sekitar yang indah dengan suhu yang semakin dingin menambah suasana pejalan menjadi semakin asyik. Hutan lindung yang dilewati masih benar-benar asri seolah berpindah ke belantara Amazon, sayang untuk dilewatkan begitu saja. Mainkan mata kamera untuk mengabadikan momen di sini yang sangat langka dijumpai di daerah Jawa.
mirip amazon bor !

Setelah melewati hutan lindung, berubah melintasi perkebunan kentang dan kol milik warga, jalanan yang dilalui juga berubah menjadi jalanan beton yang lebih friendly. Di daerah ini bisa menikmati indahnya susunan kebun warga dari atas bukit dengan background puncak gunung kemulan. Pemandangan ini terus berlanjut sampai ke Dieng.
pemandangan di perjalanan menuju dieng

 Total jarak yang ditempuh dari bandar ke Dieng berjarak sekitar 20 km yang dapat ditempuh dengan sepeda motor dengan waktu 3 jam.

Perjalanan selanjutnya akan ditulis dalam jurney to Dieng part 2